Gedung MA Afghanistan jadi sasaran ledakan bom, 20 tewas

Bom bunuh diri di Kabul Hak atas foto AP
Image caption Tentara berjaga-jaga di depan kantor MA di Kabul setelah ledakan bom bunuh diri yang menewaskan setidaknya 20 orang.

Setidaknya 20 orang tewas dalam ledakan bom bunuh diri di kompleks gedung Mahkamah Agung di ibu kota Afghanistan, Kabul, hari Selasa (07/01), kata para pejabat.

Mereka mengatakan ledakan terjadi ketika karyawan tengah meninggalkan gedung untuk pulang ke rumah. Tak kurang dari 45 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden ini dan diperkirakan jumlah korban akan meningkat.

Sejumlah laporan menyebutkan ledakan terjadi di tempat parkir kendaraan.

Tersangka pelaku dilaporkan berjalan kaki dan terlihat mengenakan rompi bom, kata Najib Danish, juru bicara Kementerian Dalam Negeri. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah seorang pejabat di Provinsi Farah, Afghanistan barat, tewas dalam ledakan bom yang diklaim dilancarkan oleh Taliban.

Ledakan bom di lembaga peradilan bukan hal yang baru dan di masa lalu ledakan dengan sasaran gedung pengadilan, termasuk Mahkamah Agung di Kabul, diklaim dilakukan oleh anggota kelompok militan Taliban.

Serangan terbaru menggarisbawahi memburuknya situasi keamanan di Afghanistan. PBB mengatakan pada hari Senin (06/02) bahwa korban di kalangan warga sipil mencapai jumlah tertinggi.

Hak atas foto AP
Image caption Ledakan bom terjadi ketika karyawan tengah meninggalkan kompleks gedung MA di Kabul.

Tercatat 3.498 wara sipil tewas selama 2016, naik 3% dibandingkan data 2015. Angka korban termasuk mereka yang meninggal dunia akibat serangan yang dilancarkan oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS), yang naik 10 kali lipat.

Kelompok ini melakukan beberapa serangan di Kabul dengan sasaran utama anggota komunitas Syiah.

Aparat pemerintah bertanggung jawab atas masalah keamanan di sekitar dua pertiga wilayah Afghanistan.

Hampir seluruh tentara NATO meninggalkan negara ini pada 2014 namun masih ada 13.000 pasukan asing, lebih setengahnya adalah tentara Amerika, yang bertugas melakukan pelatihan dan memberi masukan kepada militer Afghanistan.

Topik terkait

Berita terkait