Setelah sempat 'meragukan, Presiden Trump menghargai Satu Cina

Donald Trump, Xi Jinping Hak atas foto AP
Image caption Pembicaraan telepon antara Presiden Trump dan Presiden Xi, menurut Gedung Putih, berlangsung 'hangat'.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sepakat untuk menghargai kebijakan'Satu Cina' dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Cina, Xin Jinping.

Percakapan telepon itu merupakan yang pertama anda kedua pemimpin sejak Trump dilantik pada 20 Januari walau dia sudah berbicara lewat telepon dengan beberapa pemimpin dunia lainnya.

Kebijakan Satu Cina terkait dengan hubungan diplomasi yang hanya mengakui satu pemerintah Cina, yang masih menempatkan Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang.

Bulan Desember lalu, Trump -setelah menang pemilihan namun belum dilantik- mengungkapkan keraguan atas Satu Cina dalam percakapan dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.

Hal tersebut sempat menyebabkan Cina mengajukan protes.

______________________________________________________________________

Apa itu Satu Cina?

Kebijakan Satu Cina merupakan pengakuan diplomatik bahwa hanya ada satu pemerintah Cina. Berdasarkan kebijakan tersebut maka Amerika Serikat mengakui Cina dan menjalin hubungan dengan Cina dan bukan dengan Taiwan, yang dianggap Cina sebagai provinsi yang membangkang dan suatu hari kelak akan kembali bersatu.

Hak atas foto EPA/DAVID CHANG
Image caption Pemerintah Beijing menyatakan Taiwan pada suatu hari nanti kelak akan kembali bersatu dengan Republik Rakyat Cina.

Walau menjadi kunci penting dalam hubungan Amerika Serikat dan Cina, pemerintah Washington juga menjalin 'hubungan tidak formal' dengan Taiwan atau Republik Cina, termasuk penjualan senjata agar negara pulatu itu bisa mempertahanan diri.

Setiap negara yang ingin menjalin hubungan dengan Cina harus memutus hubungan dengan Taiwan.

Kebijakan ini bisa ditelusuri mundur ke tahun 1949, pada akhir perang saudara Cina. Kubu Nasionalis -atau Kuomintang- mundur ke Taiwan dan menyatakan sebagai kursi kepemerintahannya sementara kubu Komunis menguasai Cina daratan sebagai Republik Rakyat Cina.

Sejak saat itu Partai Komunis Cina mengancam akan menggunakan kekuatan militer jika Taiwan menyatakan kemerdekaannya walau mulai menjalin hubungan yang lebih lunak dalam beberapa tahun belakangan.

Sementara hubungan tidak resmi, dalam bentuk perdagangan dan kebudayaan, terus dipertahankan.

____________________________________________________________________

Gedung Putih mengatakan percakapan telepon antara Presiden Trump dan Presiden Xi membahas berbagai isu dan disebut berlangsung 'hangat'.

Kedua pemimpin juga saling mengajukan undangan untuk melakukan kunjungan dan menanati pembicaraan selanjutnya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kebijakan Satu Cina berarti setiap negara harus memutus hubungan dengan Taiwan jika ingin menjalin hubungan diplomati dengan Cina.

Sebuah pernyataan dari Beijing mengatakan Cina menghargai pengakuan Presiden Trump atas kebijakan satu Cina.

Kedua negara merupakan mitra kerja sama dan melalui upaya bersama maka akan bisa mendorong hubungan bilateral ke titik tinggi historis yang baru, seperti ditulis dalam pernyataan yang mengutip Presiden Xi.

Percakapan telepon antara kedua pemimpin negara adi daya ini berlangsung setelah Presiden Trump mengirim surat ke Presiden Xi, yang merupakan pendekatan langsung pertama PResiden Trump kepada pemerintah Cina.

Berita terkait