Korea Utara 'melakukan uji rudal'

Uji rudal bawah laut dari foto yang dirilis oleh Korean Central News Agency (KCNA) di Pyongyang on April 24, 2016. Hak atas foto Reuters
Image caption Berbagai uji nuklir dan rudal yang dilakukan berulang oleh Korea Utara serta berbagai pernyataan agresif mereka terus menyebabkan kecemasan dan kemarahan di kawasan itu.

Korea Utara telah melepaskan rudal balistik, menurut militer Korea Selatan. Uji coba ini adalah yang pertama kalinya sejak Donald Trump menjabat Presiden AS.

Misil tersebut diluncurkan pada jam 07:55 waktu setempat (06:25 WIB) dan terbang menuju timur ke arah Laut Jepang sejauh 500 km, menurut pejabat Korea Selatan.

Pyongyang telah melakukan serangkaian uji nuklir tahun lalu.

Berbagai uji nuklir dan rudal yang dilakukan berulang oleh Korea Utara serta berbagai pernyataan agresif mereka terus menyebabkan kecemasan dan kemarahan di kawasan itu.

Peluncuran rudal pada Minggu itu dilakukan dari markas udara Banghyon di provinsi Pyongan Utara di sisi barat semenanjung Korea.

Pejabat pertahanan AS, seperti dikutip Reuters, mengatakan bahwa Washington "membenarkan bahwa kami mendeteksi peluncuran rudal dari Korea Utara".

Pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Trump sudah diberitahu soal peluncuran tersebut.

Pemerintah Korea Selatan melakukan pertemuan keamanan nasional untuk membahas peluncuran rudal tersebut.

Panglima militer gabungan Korea Selatan menyebut peluncuran tersebut sebagai "unjuk kekuatan".

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan pada Januari bahwa negaranya segera akan melakukan uji rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Dalam kunjungan ke Korea Selatan pekan lalu, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan bahwa penggunaan senjata nuklir apapun oleh Korea Utara akan mendapat respons yang "efektif dan berlebihan".

Dia juga menyatakan ulang rencana untuk mengirimkan sistem pertahanan rudal AS ke Korea Selatan tahun ini.

Korea Utara sudah melakukan uji nuklir kelima tahun lalu, dan mengklaim bahwa mereka mampu melakukan serangan nuklir ke AS, meski pakar masih tak yakin bahwa teknologi mereka sudah berkembang sejauh itu.

Korea Utara juga menyatakan dalam beberapa minggu terakhir bahwa mereka memiliki rudal balistik baru, yang mampu mencapai AS, dan mereka siap mengujinya kapanpun.

Berita terkait