Yale ganti nama kampusnya yang terkait kontroversi perbudakan

The gate at Calhoun College, one of Yale's 12 residential colleges for undergraduates, 11 February 11 2017 Hak atas foto AP

Universitas Yale akan mengganti nama kampus yang menggunakan nama mantan politisi pendukung perbudakan dengan nama seorang perempuan ilmuwan komputer.

Calhoun College akan diganti namanya untuk menghormati Grace Murray Hopper yang mengubah cara orang menggunakan teknologi.

Hopper mendapat gelar sarjana dari Yale pada 1930an dan menjadi Laksamana muda Angkatan Laut AS.

Pengumuman Sabtu (12/2) adalah hasil dari perdebatan bertahun-tahun dan membalikkan keputusan yang dibuat tahun lalu.

Universitas Ivy League tersebut mengatakan bahwa langkah ini mengakhiri kontroversi akan mantan politisi dan pembela perbudakan John C Calhoun yang warisannya memicu protes kampus pada 2015.

Empat orang ditahan dalam protes damai Jumat lalu setelah mereka menutup jalan dekat kediaman kampus.

Presiden Universitas Yale, Peter Salovey, mengumumkan April tahun lalu bahwa mereka akan tetap menggunakan nama Calhoun. Meski begitu dia kemudian menunjuk panel penasihat untuk memastikan apakah keputusannya tersebut tepat.

Pada Sabtu, Salovey mengatakan bahwa Calhoun College, yang namanya ditetapkan sebagai nama salah satu kampus pada 1930an, adalah perkecualian karena warisan mantan wakil presiden AS tersebut tak sejalan dengan nilai-nilai universitas.

"Kami punya praduga yang kuat yang menolak penamaan ulang gedung-gedung di kampus ini," kata Salovey sambil menambahkan, "Selama ini saya khawatir dan tetap khawatir agar kita tidak melakukan sesuatu yang menghapus sejarah."

Calhoun, bagian dari angkatan 1804 Yale, adalah senator dari South Carolina dan menjadi pemimpin bagi mereka yang menentang penghapusan perbudakan. Dia menjadi wakil presiden dari 1825 sampai 1832.

Universitas mengatakan bahwa mereka tak akan menghapus simbol Calhoun dari kampus dan akan mengizinkan alumni untuk menyebut nama Calhoun dan bukan Grace Hopper College.

Hak atas foto AP
Image caption Laksamana muda Admiral Grace Hopper menggunakan matematikanya untuk "melawan fasisme pada Perang Dunia Dua".

Meski begitu Salovey berharap bahwa universitas kini akan "menerima Hopper dan mengenalnya dengan lebih baik".

Hopper lulus dari Yale pada 1930 dan mendapat gelar doktor pada matematika dan fisika matematika dari universitas itu pada 1934.

Hopper kemudian bergabung di angkatan laut dan "menggunakan pengetahuan matematikanya untuk melawan fasisme pada Perang Dunia Dua," menurut universitas.

Hopper kemudian menciptakan komputer pemilah pertama, yang membantu komputer memahami perintah sederhana.

Dia pensiun sebagai laksamana muda pada usia 79 dan meninggal pada 1992 di usia 85 tahun.

Topik terkait

Berita terkait