Dituduh jalin kontak dengan Rusia, penasihat keamanan nasional Trump mundur

  • 14 Februari 2017
flynn, as Hak atas foto Reuters
Image caption Michael Flynn menyarankan kebijakan yang lunak terhadap Rusia.

Penasihat keamanan nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Michael Flynn, mundur dari jabatannya setelah tersiar tudingan bahwa dia menjalin kontak dengan Rusia sebelum waktunya.

Flynn diketahui berbincang dengan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergei Kislyak, melalui telepon pada Desember lalu. Dalam perbincangan itu, Flynn dituding mendiskusikan tentang sanksi AS terhadap Rusia.

Sebagai warga awam tanpa tugas diplomasi dari pemerintah, tindakan yang diduga dilakukan Flynn masuk kategori ilegal. Apalagi, saat itu Trump belum dilantik secara sah menjadi presiden menggantikan Barack Obama, meski hasil pilpres menyatakan Trump sebagai pemenang.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dubes Rusia untuk AS, Sergei Kislyak (kanan), bertemu Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada 2009

Flynn, seorang veteran Angkatan Darat berpangkat letnan jenderal, awalnya membantah berdiskusi mengenai sanksi AS terhadap Rusia dengan Dubes Sergei Kislyak. Bantahan secara publik juga disampaikan Wakil Presiden AS Mike Pence.

Di pihak Rusia, juru bicara Kremin, Dmitry Peskov mengatakan Flynn dan Kislyak tidak berdiskusi soal pencabutan sanksi AS.

Akan tetapi, belakangan Flynn mengaku kepada Gedung Putih bahwa sanksi-sanksi AS terhadap Rusia boleh jadi didiskusikan debgan Kislyak.

Dalam surat pengunduran dirinya, Flynn mengatakan dia "secara tak terhindarkan memberi tahu wakil presiden terpilih dan lainnya dengan informasi tidak lengkap terkait percakapan dengan duta besar Rusia melalui telepon."

Untuk menggantikan Flynn, Gedung Putih menunjuk Letjen Joseph Keith Kellogg sebagai penasehat keamanan nasional.

Berita terkait