Bom mobil di Tuki tewaskan anak umur tiga tahun

The aftermath of the explosion at Viransehir, in Sanliurfa Hak atas foto AP
Image caption Beberapa saat setelah ledakan itu: bekas-bekasnya terlihat juga dari berbagai sudut kota kecil itu.

Seorang anak berusia tiga tahun tewas dan sedikitnya 15 orang menderita luka-luka dalam ledakan besar bom mobil di Turki, yang menghancurkan sejumlah rumah jaksa dan hakim.

Yang jadi sasaran serangan itu adalah kawasan perumahan hakim dan jaksa di kota Viransehir, provinsi Sanliurfa, yang berbatasan dengan Suriah.

Kepada kantor berita Turki, Anadolu, Gubernur provinsi Gungor, Azim Tuna mengatakan bahwa seorang anak berusia tiga tahun tewas.

Berbagai kota di Turki menderita serangan terorisme dalam satu tahun terakhir.

Azim Tuna mengatakan bahwa bom yang meledak pukul 20:45 waktu setempat (Sabtu 00:45 WIB), itu diledakkan dengan pengendali jarak jauh, setelah seorang pria belasan tahun atau awal 20-an meninggalkan mobil itu.

Hak atas foto AFP
Image caption Penduduk kota Viransehir di dekat perbatasan dengan Suriah, kebanyakan keturunan Arab atau Kurdi.

Bocah yang tewas dalam serangan tersebut adalah anak seorang pegawai pengadilan, kata Tuna.

Menteri Kehakiman Bekir Bozdag mengutuk serangan yang menurutnya telah secara khusus menyasar sistem peradilan. Dia mengatakan hal itu tidak akan membuat hakim jadi gentar dalam melakukan pekerjaan mereka.

Seorang saksi mengatakan, ledakan yang bisa didengar atau dilihat di seantero kota itu menghancurkan jendela di gedung-gedung di dekatnya.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab, namun sejumlah serangan di Turki belakangan ini ditudingkan atau diakui oleh dua pihak yang justru saling berperang di Suriah dan Irak: militan Kurdi dan apa yang disebut Negara Islam atau ISIS.

Topik terkait

Berita terkait