Kerusuhan di Swedia, toko rusak dan mobil dibakar

Stockholm, Swedia Hak atas foto EPA/FREDRIK SANDBERG
Image caption Kerusuhan marak setelah polisi menangkap seorang tersangka pengedar narkotika.

Kepolisian Swedia melakukan penyelidikan atas kerusuhan yang terjadi di Rinkbey, kawasan pinggiran ibu kota Stockholm.

Sekitar 10 anak muda yang menutup wajahnya, Senin (20/02) malam, melempari polisi dengan batu setelah seorang tersangka pengedar narkotika ditangkap.

Para perusuh juga memecahkan jendela sejumlah toko dan membakar beberapa mobil di sekitar tempat kejadian sementara seorang wartawan foto dilaporkan dipukuli.

"Situasi seperti ini tidak sering terjadi, namun disayangkan ketika terjadi," jelas juru bicara polisi, Lars Bystrom.

Insiden kekerasan ini terjadi setelah kehebohan yang diakibatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Swedia dalam pidatonya, Sabtu (18/02) pekan lalu.

Dalam pidatonya di hadapan pendukungnya di Florida, Presiden Trump menyebut Jerman -yang tahun lalu dilanda serangan teroris- dan Swedia, yang tidak pernah menderita serangan teroris besar.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pejabat Swedia menegaskan tidak ada dasar untuk menyimpulkan kejahatan meningkat di Swedia.

Presiden Trump belakangan mengatakan dia merujuk pada tayangan dokumentasi di Stasiun TV Fox News, yang melaporkan peningkatan kriminalitas setelah negara itu menerima 200.000 pengungsi sejak tahun 2013.

Namun para pejabat Swedia menegaskan tidak ada bukti-bukti yang mendukung komentar Presiden Trump tersebut.

"Tidak ada dasar untuk mengambil kesimpulan bahwa kejahatan meningkat di Swedia dan bahwa hal itu terkait dengan imigrasi," tegas Stina Holmberg dari Dewan Nasional Pencegahan Kejahatan Swedia, kepada kantor berita Reuters.

Dugaan bahwa bertambahnya jumlah pengungsi dan pendatang memicu peningkatan kriminalitas lebih didasarkan pada laporan-laporan media karena polisi Swedia tidak mencatat etnis dari tersangka pelaku, selain jenis kelamin dan usia.

Topik terkait

Berita terkait