Diplomat Korea Utara bisa dipanggil paksa, penahanan Siti Aisyah diperpanjang

Kepolisian Malaysia menunjukkan identitas pejabat Korea Utara yang mereka cari. Hak atas foto AP
Image caption Kepolisian Malaysia menunjukkan identitas pejabat Korea Utara yang mereka cari.

Kepolisian Malaysia bisa memanggil paksa seorang pejabat tinggi di Kedutaan Besar Korea Utara di Kuala Lumpur terkait pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-un.

Pembunuhan terjadi pekan lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur, melibatkan antara lain seorang perempuan Indonesia.

Polisi juga memapar rincian peristiwa pembunuhan, antara lain bahwa Kim terbunuh setelah dua perempuan menghampirinya dan menyemprotkan racun ke wajahnya.

Berkembang tudingan bahwa Korea Utara berada di balik pembunuahn itu, hal yang dibantah keras oleh Dubes Korut di Kuala Lumpur.

Dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Rabu (22/2), Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar mengatakan bahwa mereka juga memperpanjang penahanan terhadap Siti Aisyah perempuan Indonesia yang disangka sebagai salah satu pelaku pembunuhan, selama tujuh hari, sampai 1 Maret 2017.

Disebutkan, mereka pula memburu tiga tersangka Korea Utara yang diyakini masih berada di Malaysia.

Salah satunya adalah sekretaris kedua Kedutaan Korea Utara di KL, Hyon Kwang Song.

Dua lagi adalah Kim Uk Il, seorang staf maskapai penerbangan Korea Utara, Air Koryo, dan Ri Ji U.

Abu Bakar mengatakan pihaknya sudah menulis surat ke kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur agar polisi Malaysia diizinkan mewawancari Hyon dan dua pria lain, yang diyakini masih berada di Malaysia.

Ia mengatakan jika kedutaan Korut tidak bersedia bekerja sama, pihaknya akan 'memaksa mereka untuk mendatangi kepolisian Malaysia'.

Hak atas foto AFP
Image caption Pembunuhan Kim Jong-nam memicu ketegangan hubungan antara Korea Utara dan Malaysia yang sebelumnya erat.

Disebutkan, ada empat tersangka Korea Utara yang dicurigai sudah meloloskan diri ke negerinya, dan seorang lagi, Ri Jong Chol, sudah ditangkap dan berada di tahanan polisi Malaysia.

Disampaikan pula bahwa pengamanan di sekitar kamar mayat Kim Jong-nam diperketat setelah ada upaya pembobolan ke kamar tersebut.

Yang juga sudah ditahan adalah perempuan asal Indonesia, Siti Aisyah, perempuan Vietnam Doan Thi Huong, dan seorang lelaki Malaysia.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Rekaman CCTV ,menunjukkan saat Kim Jong-nam diserang di bandara.

Merek tahu tentang racun itu

Dalam rekaman CCTV tentang peristiwa pembunuhan, yang bocor ke publik, tampak seorang lelaki mirip Kim Jong-nam dihampiri seorang perempuan di Bandara Kuala Lumpur sebelum seorang perempuan lain datang dari belakang dan membekap mukanya.

Khalid mengatakan, dua tersangka perempuan itu mengelapkan racun ke muka Kim 'dengan tangan telanjang' mereka "dan sesudahnya keduanya pergi,' katanya.

Kepolisian Indonesia mengatakan, bahwa Siti Aisyah menyangka ia sedang melakukan acara lucu-lucuan untuk televisi, namun Khalid mengatakan kedua perempuan itu jelas 'disuruh membersihkan kedua tangan mereka,' dan jelas-jelas mengetahui yang mereka gunakan adalah zat beracun.

Disebutkannya, kedua perempuan itu sudah berlatih melakukan hal itu beberapa kali di beberapa pusat pertokoan di Kuala Lumpur.

Hak atas foto REX/Shutterstock
Image caption Salah satu tersangka mengenakan kaus bertuliskan 'LOL.'
Hak atas foto Kepolisian Diraja Malaysia
Image caption Siti Aisyah mengaku melakukan hal itu karena menyangka sedang memainkan acara lucu-lucuan untuk televisi.

Aparat masih menunggu hasil autopsi atas jasad Kim, dan mencari anggota keluarganya untuk pemeriksaan DNA.

Sejauh ini belum ada anggota keluarga yang meminta jenazah Kim dan menyerahkan sampel DNA mereka.

Namun Korea Utara menuntut penyerahan jasad Kim, dan menuding Malaysia melakukan autopsi secara tidak sah karena tidak melalui izin mereka.

Malaysaia menyatakan, mereka harus melakukan penyelidikan atas pembunuhan itu karena terjadi di negeri itu.

Malaysia dan Korea Utara sebelumnya memiliki hubungan baik, sebelum kasus pembunuhan yang kini merunyamkan hubungan kedua negara.

Topik terkait

Berita terkait