Siti Aisyah dan para tersangka lain di balik pembunuhan Kim Jong-nam

Kim Jong-nam, Korea Utara, Kim Jong-il Hak atas foto Getty Images
Image caption Kim Jong-nam berfoto dengan ayahnya, Kim Jong-il, pemimpin Korea Utara yang meninggal pada 2011.

Pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam, di bandara internasional Kuala Lumpur masih menjadi misteri dan melibatkan tersangka dari berbagai bangsa, termasuk Indonesia.

Investigasi oleh pihak kepolisian Malaysia masih terus dilakukan, namun sejauh ini siapa sajakah orang yang terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam?

Korban pembunuhan

Hak atas foto AP
Image caption Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Korban di balik misteri pembunuhan ini, Kim Jong-nam yang berusia 46 tahun, adalah putra pertama Kim Jong-il dengan ibu seorang artis. Dia merupakan pengkritik tajam terhadap rezim pemerintahan baru Korea Utara yang dipimpin oleh adik tirinya, Kim Jong-un.

Selama bertahun-tahun diyakini bahwa Kim Jong-nam telah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin Korea Utara. Namun, tampaknya hal tersebut berakhir setelah Jong-nam tertangkap menggunakan paspor palsu saat pergi ke Jepang.

Apapun alasannya, pada awal tahun 2000-an namanya mulai tenggelam dan dia meninggalkan negara yang tertutup tersebut. Kim Jong-nam dikabarkan sudah lama hidup di pengasingan.

Dan adik tirinya, Kim Jong-un, yang menjadi pemimpin Korea Utara setelah ayah mereka, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011.

Kim Jong-nam seringnya menetap di Makau, tempat tujuan ketika dia dibunuh saat menunggu penerbangan ke Makau pada 13 Februari di bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

Kepolisian Malaysia mengatakan dia diserang oleh dua pelaku wanita yang mengusap kain beracun di wajahnya.

Para tersangka yang ditahan

Kepolisian Malaysia telah menyebutkan nama 11 orang sebagai tersangka atau sedang dicari untuk diinterogasi.

Orang-orang yang sudah ditahan adalah:

  • Doan Thi Huong, 28 tahun, warga negara Vietnam, yang merupakan salah satu perempuan tersangka yang mengusap kain beracun di wajah Kim Jong-nam. Dia diperkirakan adalah perempuan yang terlihat di rekaman kamera CCTV sedang memakai atasan putih bertuliskan LOL (laugh out loud - tertawa terbahak-bahak).
Hak atas foto Reuters
Image caption Doan Thi Huong, warga Vietnam yang menjadi tersangka pembunuhan Kim Jong-nam di bandara Kuala Lumpur, Malaysia.
Hak atas foto REX/SHUTTERSTOCK
Image caption Doan Thi Huong, salah seorang tersangka yang tertangkap kamera CCTV.
  • Siti Aisyah, berusia 25 tahun, warga negara Indonesia yang juga menjadi tersangka. Pihak berwenang Indonesia mengatakan Siti mengklaim bahwa dia mengira dirinya hanya ikut serta dalam sebuah acara lelucon TV. Masa penahanannya sudah diperpanjang kepolisian Malaysia.
Hak atas foto EPA
Image caption Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang menjadi tersangka, mengira dia hanya ikut serta dalam acara lelucon TV.
  • Ri Jong Chol, berusia 47 tahun, warga negara Korea Utara yang telah tinggal di Malaysia selama tiga tahun terakhir.
Hak atas foto Reuters
Image caption Ri Jong Chol, seorang warga negara Korea Utara yang juga telah ditahan.
  • Polisi juga telah menahan Muhammad Farid Jalaludin, kekasih Siti Aisyah seorang warga negara Malaysia namun laporan-laporan menyebutkan dia akan segera dibebaskan.
Hak atas foto Kepolisian Malaysia
Image caption Muhammad Farid Jalaludin, kekasih Siti Aisyah yang juga menjadi tersangka.

Para buronan

  • Hyon Kwang Song, berusia 44 tahun, yang bekerja sebagai sekretaris dua di kedutaan besar Korea Utara di Kuala Lumpur. Diyakini masih berada di Malaysia dan dalam pengejaran polisi.
Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Hyon Kwang Song, sekretaris dua di kedutaan besar Korea Utara di Malaysia.
  • Kim Uk Il, 37 tahun, pegawai maskapai penerbangan Korea Utara, Air Koryo, yang juga diyakini masih berada di Malaysia.
Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Kim Uk Il seorang pegawai maskapai penerbangan Korea Utara.
  • Ri Ju U, 30 tahun, orang Korea Utara yang juga dikenal dengan nama 'James dan polisi yakin dia masih berada di Malaysia.
Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Ri Ju U yang juga dikenal dengan nama James diduga masih berada di Malaysia.
  • Ri Ji Hyon, 33 tahun, warga Korea Utara yang diperkirakan sudah pulang melarikan diri ke Pyongyang, Korea Utara.
Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Ri Ji Hyon, tersangka warga Korea Utara.
  • Hong Song Hac, 34 tahun, juga diyakini sudah pulang ke negara asalnya Korea Utara.
Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Hong Song Hac, diyakini sudah pulang ke Korea Utara.
  • O Jong Gil, 55 tahun, warga Korea Utara yang juga diyakini sudah melarikan diri ke Pyongyang.
Hak atas foto Reuters
Image caption O Jong Gil, termasuk dalam daftar buron.
  • Ri Jae Nam, 57 tahun, dari Korea Utara dan sudah lari kembali ke Pyongyang, Korea Utara.
Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption Ri Jae Nam, orang Korea Utara yang kini sedang dalam pencarian atas kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Tanggapan Duta Besar Korea Utara

Hak atas foto AFP
Image caption Duta Besar Kang Chol membantah Korea Utara terkait atas pembunuhan Kim Jong-nam.

Setelah bertambahnya bukti-bukti yang menunjukkan adanya keterlibatan Korea Utara dalam kasus pembunuhan tersebut, hubungan diplomatik antara Malaysia dengan Korea Utara menjadi retak.

Dengan marah Kang Chol membantah spekulasi yang beredar bahwa negaranya terlibat, dan secara terang-terangan mengkritik pemerintah Malaysia, menuduhnya berkolusi dengan 'kekuasaan musuh'.

Dia menambahkan investigasi polisi Malaysia 'tidak bisa dipercaya' dan insiden tersebut 'dipolitisasi'.

Dalam tanggapannya, kementerian luar negeri Malaysia mengatakan tuduhan Kang Chol tersebut "benar-benar menghina" dan berdasarkan pada "delusi dan kebohongan."

Pertengkaran tersebut terjadi sesaat setelah kematian Kim Jong-nam, ketika Korea Utara meminta Malaysia menyerahkan jenazahnya kepada mereka dan mencoba mencegah autopsi. Malaysia menolak menyetujui permintaan mereka.

Kepolisian Malaysia tidak secara langsung menunjuk Korea Utara sebagai dalang kematian Kim Jong-nam, tetapi mereka mencari beberapa tersangka warga Korea Utara atas pembunuhan tersebut.

Namun, Komite Ahli Hukum Korea (Korean Jurists Committee) mengatakan dalam pernyataan pada hari Kamis (23/2) bahwa investigasi yang dilakukan Malaysia kurang kelayakan dan telah dipengaruhi oleh pemerintah Korea Selatan sehingga menuding Pyongyang atas pembunuhan tersebut.

Korea Utara tidak mengakui bahwa jenazah pria tersebut adalah Kim Jong-nam. Dalam pernyataan mereka pada hari Kamis (23/2) menyebutkan bahwa pria tersebut hanya seorang warga negara Korea Utara yang menggunakan paspor diplomatik.

Pihak berwenang Malaysia meminta anggota keluarga Jong-nam untuk memberikan sampel DNA.

Putra Kim Jong-nam

Hak atas foto AFP
Image caption Putra Kim Jong-nam, Kim Han-sol.

Spekulasi meluas bahwa putra pertama Kim Jong-nam, Kim Han-sol akan datang ke Malaysia untuk membantu mengidentifikasikan jenazah ayahnya.

Han-sol lahir di Pyongyang pada 1995 tapi dibesarkan di Makau. Dia pernah studi di Bosnia dan Prancis serta dikatakan memiliki pandangan seperti ayahnya yang terbuka tentang dunia.

Dia secara terbuka mengekspresikan harapannya untuk menyatukan dua negara Korea dan menyebut pamannya, Kim Jong-un, sebagai "seorang diktator".

Keberadaannya hingga kini masih belum diketahui.

Kepolisian Malaysia mengatakan pada hari Rabu bahwa belum ada anggota keluarga yang datang.

Berita terkait