Yang perlu Anda ketahui tentang VX, 'zat pemusnah massal' yang membunuh Kim Jong-nam

VX Kim Jong Nam
Image caption Rekaman CCTV memperlihatkan seorang perempuan membekap Kim Jong-nam dari belakang -diyakini mengoleskan VX yang membunuh kakak pemimpin Korea Utara itu.

Sesudah hampir dua pekan pembunuhan Kim Jong-nam, polisi Malaysia mengumumkan temuan bahwa yang digunakan untuk membunuh kakak pemimpin Korea Utara itu adalah VX, yang tergolong zat pemusnah massal yang dilarang PBB.

Inilah sembilan hal yang perlu kita ketahui tentang zat maut itu.

  • Merupakan zat yang jernih, berwana jingga, cairan berminyak yang tak berasa dan tak berbau.
  • Merupakan yang paling mematikan di antara seluruh zat kimia beracun yang digunakan sebagai senjata kimia, 100 kali lebih mematikan ketimbang zat sarin yang pernah digunakan dalam Serangan Tokyo 1995, yang membunuh 12 orang melukai 50 orang dan berdampak terhadap ribuan orang. Satu tetes VX pada kulit kita bisa berakibat fatal. Zat ini bisa membunuh manusia dalam hitungan menit.
  • Cara kerjanya adalah merembes masuk tubuh lewat kulit, dan mengacaukan sistem saraf.
  • Bisa disebarkan dengan semprotan atau uap, atau dengan mencampurkannya ke dalam air, makanan atau produk pertanian.
  • VX bisa diserab tubuh dengan menghisap, menelan, sentuhan kulit, atau sentuhan pada mata.
  • Pakaian, atau kain bisa 'membawa' VX selama sekitar 30 menit sesudah terkena uapnya, dan bisa menjalar pada orang lain.
  • Terkena zat VX dalam dosis kecil atau sedang dengan menghisap, menelan, atau menyerap lewat kulit, bisa menyebabkan gejala seperti hidung meler, mata perih, pandangan buram, air liur tak terkendali, keringat berlebihan, dada sesak, napas megap-megap, beser -sering buang air kecil, gelisah, mengantuk, lesu, mual, atau muntah-muntah.
  • Nama kimianya yang resmi adalah S-2 Diisoprophylaminoethyl methylphosphonothiolate dan dilarang PBB melalui Konvensi tentang Senjata Kimia tahun 1993.
  • Saddam Hussein pernah pula dituduh menggunakan VX dalam melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil Kurdi dalam serangan di Halabja tahun 1988.

Sumber: CDC, The Wednesday Report

Kim meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit tak lama setelah pertemuan dengan dua perempuan di bandara Kuala Lumpur, 13 Februari itu. Salah satunya adalah Siti Aisyah,w arga Indonesia.

Kedua perempuan dituduh menyergapnya, dan mengoleskan zat beracun ke wajahnya dengan kain yang sudah dilumuri zat yang diyakini adalah VX itu.

Hak atas foto AFP
Image caption Di rekaman CCTV tampak Kim Jong-nam melapor kepada petugas bandara Kuala Lumpur sesudah diolesi zat kimia oleh dua perempuan yang tak dikenalnya.

Berita terkait