Gedung Putih akui tekan FBI soal kontak dengan inteljen Rusia

Donald Trump Hak atas foto Getty Images
Image caption Presiden Trump mengungkapkan kemarahan bahwa ada 'pembocor' di FBI.

Gedung Putih mengakui telah meminta seorang pejabat FBI untuk mendiskreditkan laporan bahwa seorang pejabat kampanye Presiden Trump telah berhubungan dengan intelijen Rusia.

Gedung Putih mengakui kepala staf kepresidenan, Reince Priebus meminta wakil direktur FBI untuk menyangkal artikel New York Times yang melaporkan dugaan tentang keterkaitan dengan seorang tokoh di lingkaran Trump dengan Moskow.

CNN melaporkan FBI menolak, mengutip penyelidikan yang sedang berlangsung tentang terjadinya kontak antara seorang pembantu Trump dengan pihak Rusia.

Presiden Donald Trump sendiri menanggapinya dengan kemarahan terhadap 'pembocor' di FBI melalui akun Twitternya.

"FBI benar-benar tidak dapat menghentikan 'pembocor' keamanan nasional yang telah menyusup ke dalam pemerintah kita untuk waktu yang lama," cuit Trump.

"Mereka bahkan tidak dapat menemukan para pembocor di dalam FBI itu sendiri. Informasi rahasia diberikan kepada media, sesuatu yang bisa menimbulkan dampak luar biasa buruk terhadap AS. TEMUKAN (pembocor itu) SEKARANG."

Tak lama sesudah itu, pada acara Conservative Political Action Conference, Trump mengecam media yang menggunakan sumber-sumber anonim, yang katanya sering dikarang-karang.

"Mereka (media) seharusnya tidak diperbolehkan untuk menggunakan sumber-sumber kalau tidak memunculkan namanya," kata Trump dalam pidatonya. "Pasanglah nama mereka di sana."

Tapi para pengamat menunjukkan bahwa pada tahun 2012, Donald Trump melontarkan tuduhan palsu bahwa Presiden Barack Obama lahir di luar AS, dengan mengutip 'sumber yang sangat kredibel,' yang tak disebutkan namanya.

Pekan lalu New York Times melaporkan bahwa badan-badan inteljen AS menyadap percakapan telepon tahun lalu antara anggota tim kampanye presiden Trump dengan agen intelijen Rusia.

Priebus meminta wakil direktur FBI Andrew McCabe untuk membantah kabar tentang adanya komunikasi antara staf kampanye Trump dengan Moskow.

FBI belum berkomentar secara terbuka pada laporan terakhir ini.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer membantah laporan CNN.

"Kami tidak berusaha agar mereka membatalkan pemuatan laporan itu. Kami meminta mereka untuk mengungkapkan peristiwa sebenarnya," katanya.

Seorang pejabat penting pemerintah juga memojokan laporan CNN, dengan mengatakan kepada CBS News bahwa laporan itu palsu, menjijikkan dan salah.

Menurut CBS, McCabe dilaporkan bertemu dengan pejabat penting pemerintah pada 14 Februari, saat berita itu dimuat, dan mengatakan kepadanya bahwa laporan itu 'sampah.'

Ketika pejabat pemerintah itu bertanya apa yang bisa ia lakukan untuk membantah laporan itu, McCabe mengatakan FBI tidak bisa mengeluarkan pernyataan tentang laporan tertentu.

Hak atas foto AP
Image caption Bekas penasihat keamanan Michael Flynn -dipaksa mundur setelah menjabat hanya 23 hari- dalam jamuan makan bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin, Desember 2015.

Trump telah dirundung berbagai dugaan keterkaitan dengan Moskow sejak kampanye presiden.

Presiden meminta pengunduran diri penasehat keamanan nasional Michael Flynn pekan lalu setelah ia menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence tentang kontaknya dengan Duta Besar Rusia selama masa transisi. 

Pekan lalu, ketika didesak mengenai hubungan dengan Moskow, Trump mengatakan "tidak ada orang yang dikenalnya" yang berbicara dengan pejabat intelijen Rusia selama kampanye.

Demokrat menganggap Priebus melanggar kebijakan yang membatasi komunikasi antara Gedung Putih dengan suatu proses penegakan hukum.

Anggota kongres dari Michigan, John Conyers, yang juga anggota Komite Kehakiman DPR, mengatakan: "Gedung Putih jelas tidak diizinkan untuk menekan FBI untuk membuat pernyataan publik tentang penyelidikan terkait presiden dan para penasihatnya.

Berita terkait