Diserang ISIS, kaum Kristen Koptik Mesir mengungsi

Diperkirakan akan datang gelombang baru kaum Koptik yang pengungsi ke Ismailiyah. Hak atas foto AFP
Image caption Diperkirakan akan datang gelombang baru kaum Koptik yang pengungsi ke Ismailiyah.

Puluhan keluarga Kristen Koptik di provinsi Sinai Utara Mesir, melarikan diri menyusul terjadinya sejumlah pembunuhan dalam beberapa pekan terakhir yang diduga dilakukan kalangan militan Islam.

Sebagaian dari mereka mengungsi di Gereja Evangelis di kota Ismailiya, terusan Suez.

Gereja Koptik mengutuk serangan yang mereka sebut bertujuan untuk memecah bealh' Mesir.

Pada hari Minggu pekan lalu, militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS merilis sebuah video, yang mengancam untuk melancarakan lagi serangan terhadap minoritas Kristen Mesir.

Kaum Koptik - yang meliputi sekitar 10% dari 90 juta penduduk Mesir- sering menjadi sasaran kelompok Islam radikal dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar serangan militan Islamis dari tahun-tahun terakhir difokuskan di semenanjung Sinai, tempat aktifnya sebuah kelompok jihad terkait ISIS, namun ibukota Kairo juga telah menderita serangkaian serangan dalam dua tahun terakhir.

'Takut bayangan sendiri

Sekitar 250 orang warga Kristen dengan barang-barang bawaan mereka sekarang ditamung di gereja Ismailiya ini, kata diakon Nabil Shukrallah, Jumat (24/2).

"Mereka datang mengungsi bersama anak-anak mereka. Ini situasi yang sangat sulit. Kami memperkirakan jumlahnya 50 atau 60 lebih," katanya kepada kantor berita AFP.

Sementara itu, para pengungsi mengatakan mereka sekarang 'takut pada bayangan kami,' dan bahwa mereka 'sedang jadi sasaran dengan cara yang mengerikan.'

Banyak dari mereka berasal dari kota El-Arish, yang mencatat setidaknya tujuh orang Kristen tewas.

Gelombang serangan oleh militan Islam di Mesir marak sejak 2013, setelah militer menggulingkan Presiden Mohammed Morsi, pemimpin terpilih yang berasal dari Ikhwanul Muslimin. Setelah mengambil alih kekuasaan, militer meluncurkan tindakan keras terhadap kalangan Islamis.

Sebagian pendukung Morsi menuding orang Kristen mendukung penggulingan itu.

Pada bulan Desember lalu, ledakan bom di katedral Koptik di menewaskan sedikitnya 25 orang.


Apa gerangan Kristen Koptik itu?

Gereja Ortodoks Koptik adalah Gereja Kristen utama di Mesir. Sebagian besar penganut Koptik tinggal di Mesir, sementara penganutnya di luar negeri berjumlah sekitar satu juta orang.

Koptik percaya bahwa Gereja mereka terbentuk sekitar 50 Masehi, saat Rasul Markus dikisahkan mengunjungi Mesir. Markus dianggap sebagai Paus Iskandariyah -kepala gereja mereka- yang pertama.

Peristiwa itu menandai pembentukan kelompok Kristen di luar Tanah Suci Yerusalem yang pertama.

Hak atas foto REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Pada Konsili Khalsedon (451 M) gereja ini dipisahkan dari kelompok Kristen lainnya terkait perselisihan mengenai sifat manusia dan keilahian Yesus Kristus.

Gereja awal menderita penindasan di bawah Kekaisaran Romawi, dan mengalami juga pasang surut penganiayaan setelah Mesir menjadi negara Islam. Banyak yang meyakini keadaannya akan berlangsung terus seperti ini.


Berita terkait