Kasus Kim Jong-nam: Terminal Bandara Kuala Lumpur dinyatakan bebas racun

malaysia Hak atas foto EPA
Image caption Regu keamanan memeriksa kondisi Terminal KLIA2 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Terminal Bandara Internasional Kuala Lumpur yang menjadi lokasi pembunuhan kakak tiri Pemimpin Korea Utara bebas dari "bahan berbahaya" apapun, kata kepolisian Malaysia.

Status aman diungkap Abdul Samah Mat, pejabat kepolisian Malaysia yang memimpin investigasi kasus pembunuhan Kim Jong-nam, setelah mendapat kepastian dari sejumlah regu keamanan, pakar forensik, unit bahan berbahaya dari Dinas Pemadam Kebakaran, serta Badan Energi Atom.

"Kami dapat mengonfirmasi: pertama, tidak ada bahan berbahaya yang ditemukan di KLIA2. Kedua, KLIA2 kini bebas dari segala bentuk kontaminasi bahan berbahaya. Dan ketiga, KLIA2 dinyatakan sebagai zona aman," kata Abdul Samah Mat.

Kekhawatiran bahwa ada racun yang tercecer di Bandara Internasional Kuala Lumpur mengemuka setelah Menteri Kesehatan Malaysia, S Subramaniam, menyatakan hasil autopsi jenazah pria asal Korut yang tewas menunjukkan paparan racun VX yang "bisa menyebabkan kelumpuhan sangat serius" hingga berujung pada kematian "dalam waktu yang sangat singkat".

Hak atas foto Reuters
Image caption Kekhawatiran bahwa ada racun yang tercecer di Bandara Internasional Kuala Lumpur mengemuka setelah hasil autopsi jasad Kim Jong-un menunjukkan mendiang terpapar zat VX.

'Dibayar RM400'

Sejauh ini, ada beberapa orang yang ditahan dan dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Salah satunya, Siti Aisyah, warga Indonesia asal Serang, Banten.

Hak atas foto EPA
Image caption Siti Aisyah mengaku dibayar RM400 (Rp1,2 juta) oleh orang yang tampak seperti orang Jepang atau Korea, dan diberi cairan yang dikiranya minyak bayi atau baby-oil.

Kepada para pejabat Indonesia yang menemuinya di penjara di kantor polisi Cyber Jaya, Selangor, Siti mengaku dibayar RM400 (Rp1,2 juta) oleh orang yang tampak seperti orang Jepang atau Korea, dan diberi cairan yang dikiranya minyak bayi atau baby-oil.

Kemudian dia diminta menyapukan kain berlumur cairan itu ke muka orang yang ternyata kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un

Siti mengira aksi itu untuk acara prank atau lucu-lucuan untuk televisi dengan kamera tersembunyi.

Kepolisian Malaysia mengaku tidak melihat tanda-tanda yang memperlihatkan para tersangka, termasuk Siti Aisyah, terdampak oleh cairan tersebut.

Lebih lanjut, kepolisian Malaysia menduga para tersangka telah dilatih terlebih dahulu sehingga mereka langsung mencuci tangan setelah menyeka wajah Kim Jong-nam.

Topik terkait

Berita terkait