Kasus Kim Jong-nam: Korea Utara jelaskan soal zat saraf VX di Jenewa

Ju Yong Choi Hak atas foto Reuters
Image caption Ju Yong Choi menjelaskan posisi Korea Utara soal tuduhan pemakaian zat pemusnah massal dalam kematian Kim Jong-nam.

Korea Utara menegaskan tidak pernah memproduksi, menyimpan atau menggunakan senjata kimia.

Klaim ini disampaikan di konferensi perlucutan senjata di Jenewa, Swiss, hari Selasa (28/02), setelah Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tewas di Kuala Lumpur akibat terpapar zat saraf VX.

Elemen zat saraf mematikan ini diduga diusapkan oleh dua perempuan -Siti Aisyah dari Indonesia dan satu lagi perempuan Vietnam- ke wajah Kim Jong-nam saat ini bersiap check in di bandar udara internasional Kuala Lumpur dua pekan lalu.

Korea Selatan mengklaim Korea Utara berada di balik pembunuhan Kim Jong-nam dan menyerukan agar keanggotaan Korea Utara di PBB dibekukan 'karena menggunakan senjata kimia' untuk membunuh Kim Jong-nam.

Seruan Korea Selatan ini ditolak mentah-mentah oleh diplomat yang hadir dalam konferensi di Jenewa.

"Korea Utara secara total menolak pernyataan yang tidak logis dari Korea Selatan," kata Ju Yong Choi, diplomat Korea Utara.

"Korea Utara tidak pernah memproduksi, menyimpan atau menggunakan senjata kimia dan posisi kami sudah sangat jelas," tambahnya.

Polisi di Malaysia sudah memastikan bahwa Kim Jong-nam, yang selama ini hidup di pengasingan, tewas akibat VX yang oleh PBB dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal.

Siti Aisyah dan perempuan asal Vietnam akan didakwa dengan pasal pembunuhan dengan ancaman maksimal hukuman mati. Keduanya mengatakan diminta untuk tampil di acara lucu-lucuan untuk televisi.

Malaysia tengah memburu tujuh tersangka lain yang mereka yakini kemungkinan terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Empat dari tujuh orang ini sudah meninggalkan Malaysia segera setelah terjadi serangan terhadap Kim Jong-nam.

Pemerintah di Seoul mengatakan keempatnya adalah mata-mata Korea Utara yang bekerja untuk kementerian keamanan negara.

Apa itu zat saraf VX?

Hak atas foto PA
Image caption Kim Jong-nam tewas dalam 15-20 menit setelah terpapar zat saraf mematikan VX, kata menteri kesehatan Malaysia.

Merupakan zat yang jernih, berwana jingga, cairan berminyak yang tak berasa dan tak berbau.

Merupakan yang paling mematikan di antara seluruh zat kimia beracun yang digunakan sebagai senjata kimia, 100 kali lebih mematikan ketimbang zat sarin yang pernah digunakan dalam Serangan Tokyo 1995, yang membunuh 12 orang melukai 50 orang dan berdampak terhadap ribuan orang.

Satu tetes VX pada kulit kita bisa berakibat fatal. Zat ini bisa membunuh manusia dalam hitungan menit.

Cara kerjanya adalah merembes masuk tubuh lewat kulit, dan mengacaukan sistem saraf.

Bisa disebarkan dengan semprotan atau uap, atau dengan mencampurkannya ke dalam air, makanan atau produk pertanian.

VX bisa diserap tubuh dengan menghisap, menelan, sentuhan kulit, atau sentuhan pada mata.

Pakaian, atau kain bisa 'membawa' VX selama sekitar 30 menit sesudah terkena uapnya, dan bisa menjalar pada orang lain.

Terkena zat VX dalam dosis kecil atau sedang dengan menghisap, menelan, atau menyerap lewat kulit, bisa menyebabkan gejala seperti hidung meler, mata perih, pandangan buram, air liur tak terkendali, keringat berlebihan, dada sesak, napas megap-megap, sering buang air kecil, gelisah, mengantuk, lesu, mual, atau muntah-muntah.

Nama kimianya yang resmi adalah S-2 Diisoprophylaminoethyl methylphosphonothiolate dan dilarang PBB melalui Konvensi tentang Senjata Kimia tahun 1993.

Saddam Hussein pernah pula dituduh menggunakan VX dalam melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil Kurdi dalam serangan di Halabja tahun 1988.

Berita terkait