Kalangan yang teradikalisasi di Australia makin muda usianya

Australia Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang remaja radikal menyerang dua petugas polisi di Melbourne sebelum kemudian ditembak mati pada tahun 2014.

Usia warga Australia menjadi sasaran radikalisasi kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) semakin hari semakin belia, kata pemimpin tertinggi intelijen di negara itu memperingatkan.

Data menunjukkan adanya kenaikan signifikan di kalangan terduga ektrimis-ektrimis muda dari tahun 2013-2015, kata kepala Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) Duncan Lewis.

Ia mengatakan penganut interpretasi ekstrimis Islam Sunni menimbulkan ancaman teror terbesar bagi Australia.

Namun ia menekankan "99,9% Muslim Australia" yang tidak menarik perhatian ASIO.

Lewis mengatakan pada tahun 2013, terduga ekstremis Islam Sunni berusia antara 25 dan 34 tahun berada di angka 45%. Dua tahun kemudian, kecenderungannya jadi lebih muda: sebanyak 40% ekstremis itu berusia antara 15 dan 24.

"Jadi usia mereka yang terlibat, bahkan sepuluh tahun lebih muda, dan perubahan itu terjadi handa dalam beberapa tahun," katanya dalam sidang dengar pendapat senat pada Selasa malam (28/2).

"Kami masih terus mencari anak-anak muda yang terkena dampak dan dipengaruhi oleh pesan kekerasan kaum ekstremis ini."

Ia mengatakan kecenderungan ini akan terus mempengaruhi lingkungan keamanan Australia.

"Sebanyak 99,9% Muslim Australia lainnya tidak terlibat dalam kegiatan yang mencemaskan keamanan dengan cara apapun dan karenanya tidak menarik perhatian ASIO," kata Lewis.

Pernyataannya ini disampaikan beberapa jam setelah seorang pria Australia berusia 42 tahun ditangkap karena dicurigai berupaya memberi satran-saran teknis tentang rudal kepada kelompok ISIS.

Topik terkait

Berita terkait