Temui dubes Rusia saat kampanye Trump, jaksa Agung AS dituntut mundur

putin trump mural Hak atas foto Getty Images

Gedung Putih mengakui, Jaksa Agung AS Jeff Sessions bertemu duta besar Rusia sebanyak dua kali selama kampanye presiden Donald Trump tahun lalu.

Sessions saat itu masih merupakan seorang senator, namun ia tidak mengungkapkan peristiwa yang terjadi di rumahnya itu saat menjalani sidang konfirmasi di Senat, Januari lalu.

Tapi Sessions menekankan bahwa ia "tidak pernah bertemu pejabat Rusia mana pun untuk membahas isu-isu kampanye."

Pemimpin minoritas di parlemen, Nancy Pelosi menuduh Sessions telah 'berbohong di bawah sumpah' dan menuntutnya mundur.

Politikus Demokrat lainnya meminta agar dia menarik diri dari proses penyelidikan oleh FBI terhadap dugaan peretasan Rusia saat proses pemilihan presiden. Dalam keadaan normal, sebagai Jaksa Agung ia mensupervisi penyelidikan itu.

Informasi tentang pertemuan kontroversial ini terungkap setelah sebuah komite kongres menyetujui dilakukannya penyelidikan atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu.

Suatu komisi penyelidikan parlemen akan meneliti hubungan antara tim kampanye presiden Donald Trump dan Moskow, kata para anggota komite.

Gedung Putih membantah adanya perilaku tidak patut selama kampanye pemilu dan belum mengomentari perkembangan terbaru.

Rusia selalu menolak tuduhan.

Hak atas foto AFP
Image caption Sessions saat itu masih merupakan seorang senator, tidak mengungkapkan peristiwa yang terjadi di rumahnya itu dalam sidang konfirmasi di Senat, Januari lalu.

Departemen kehakiman AS mengakui bahwa Sessions dua kali bertemu dengan Dubes Rusia Sergei Kislyak sebagai anggota Komite Pertahanan Senat.

Di tahun 2016 itu Sessions bertemu dengan lebih dari 25 duta besar.

Saat sidang konfirmasi di Senat, Sessions ditanya apa yang akan dilakukannya jika ada bukti bahwa ada anggota tim kampanye Trump ternyata melakukan kontak dengan Rusia.

Sessions saat itu menjawab bahwa ia 'tak mengetahui adanya aktivitas semacam itu.'

Dalam pernyataan hari Rabu (1/3) Sessions mengatakan: "Saya tidak pernah berjumpa pejabat Rusia mana pun untuk membicarakan masalah terkait kampanye. Saya tak tahu apa maksud tuduhan ini. Itu keliru."

Juru bicara departemen kehakiman, Sarah Isgur Flores mengatakan, "sama sekali tak ada yang keliru dengan jawaban-jawabannya."

"Ia ditanyakan tentang adanya komunikasi antara Rusia dan tim kampanye Trump, bukan pertemuan yang dilakukannya sebagai anggota Senat." katanya.

Betapa pun, anggota komite inteljen Kongres dari Partai Demokrat Adam Schiff mentgatakan jika laporan itu akurat, Sessions mesti menarik diri dari penyelidikan yang sedang dilakukan FBI.

Ini bukan pertama kalinya kabinet Trump dilanda persoalan. Bulan lalu Penasihat Keamanan Nasional, Michael Flynn, dipecat setelah terungkap bahwa ia tak berterus terang kepada Gedung Putih tentang percakapannya dengan Dubes Rusia, yang diduga membahas saknsi terhadap Moskow.

Penyelidikan kaitan dengan Rusia

Rabu itu juga komisi inteljen parlemen mengatakan bahwa ketua mereka, politikus Republik, Devin Nunes, dan anggota kongres Schiff menyetujui dilangsungkannya penyelidikan terhadap keterlibatan Rusia dalam Pemilihan Presiden AS lalu.

Sebelumnya, para senator Republik selalu enggan untuk menyetujui tuntutan seperti itu yang diajukan para politikus Demokrat.

Berita terkait