Bertemu dubes Rusia, Jaksa Agung AS, Jeff Sessions, dapat tekanan

Sessions, Amerika Serikat Hak atas foto AFP/MOLLY RILEY
Image caption Jeff Sessions bersumpah sebelum memberi keterangan saat dengar pendapat tentang penunjukkannya, 10 Januari lalu.

Jaksa Agung Amerika Serikat, Jeff Sessions, pernah bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk AS pada masa kampanye Donald Trump, walau dalam dengar pendapat penunjukkan di Senat mengaku 'tidak pernah berkomunikasi dengan orang Rusia'.

Kementerian Kehakiman mengukuhkan Sessions -sebagai anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat- bertemu dengan Sergei Kislyak pada Juli dan September tahun lalu.

Intelijen AS berpendapat peretas komputer yang diduga warga Rusia menerobos jaringan komputer Partai Demokrat untuk membantu kemenangan Trump atas calon Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Bulan lalu, Penasehat Keamaan Nasional, Michael Flynn, diberhentikan karena memberi informasi yang tidak benar kepada Gedung Putih terkait pertemuannya dengan Kislyak.

Apa dasar tuduhan terhadap Sessions?

Koran Washington Post melaporkan Sessions dan Sergei Kislyak melakukan pertemuan pribadi di kantor Sessions pada bulan September.

Sebelumnya, pada musim panas, keduanya juga berbicara dalam sebuah pertemuan dengan beberapa duta besar negara lain.

Hak atas foto AFP/SAUL LOEB
Image caption Jeff Session setelah diambil sumpahnya sebagai Jaksa Agung

Dalam waktu satu tahun, Sessions bertemu dengan 25 duta besar negara asing.

Namun pertemuan dengan Kislyak berlangsung ketika dia menjadi bagian dari tim kampanye Donald Trump dan di tengah berhembusnya laporan bahwa Rusia ikut campur tangan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Apa kata Sessions?

Dalam dengar pendapat tentang penunjukkannya sebagai Jaksa Agung, 10 Januari lalu, Session ditanya anggota Senat dari Partai Demokrat, Al Franken, "Jika ada bukti bahwa ada orang yang terkait kampanye Trump berkomunikasi dengan pemerintah Rusia, dalam kaitan dengan kampanye, apa yang Anda akan lakukan?"

Sessions menjawab, "Saya tidak mengetahui ada kegiatan itu. Saya merupakan 'wakil' dalam satu dua kesempatan pada masa kampanye dan saya tidak berkomunikasi dengan orang Rusia. Dan saya tidak mampu berkomentar soal itu."

Hak atas foto Reuters
Image caption Nancy Pelosi berpendapat Sessions telah 'berbohong di bawah sumpah'.

Dalam acara Morning Joe di MSNBC, Kamis (02/03), Sessions menegaskan kembali pengakuan awalnya.

"Saya tidak pernah bertemu dengan warga Rusia untuk membahas kampanye politik dan komentar-komentar itu tidak bisa saya percaya dan palsu dan saya tidak punya hal lain yang disampaikan tentang itu,"

Apakah Sessions 'berbohong' saat dengar pendapat?

Juru bicara Kementrian Kehakiman, Sarah Isgur Flores, mengtakan 'sama sekali tidak ada yang menyesatkan dari jawabannya' dalam dengar pendapat tentang penunjukkannya.

"Saat dengar pendapat, dia ditanya tentang komunikasi antara Rusia dan kampanye Trump, bukan tentang pertemuan yang dilakukannya sebagai senator dan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat."

Session juga mendapat dukungan dari Gedung Putih, yang mengecam hal yang menurut mereka sebagai 'serangan terbaru atas pemerintah Trump oleh pendukung Demokrat'.

Namun salah seorang pemimpin Partai Demokrat, Nancy Pelosi, menuduh Session 'berbohong di bawah sumpah' dan menuntut pengunduran dirinya.

Beberapa anggota Parta Republik juga mengungkapkan keprihatinannya, antara lain anggota Kongres Jason Chaffetz, yang mengatakan Sessions harus menjelaskan kesaksiannya dan mengundurkan diri.

Namun Session menegaskan dia akan mengundurkan diri 'jika memang itu tepat'.

Topik terkait

Berita terkait