Kekeringan dan kelaparan di Somalia, lebih dari 100 orang tewas

Sebuah kuburan yang baru diuruk di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Garowe, Somalia, 24 Februari lalu. Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebuah kuburan yang baru diuruk dengan batu di sebuah kamp pengungsi di pinggiran Garowe, Somalia, 24 Februari lalu.

Kelaparan mengancam Somalia akibat kemarau yang sudah mengakibatkan wabah penyakit yang menewaskan lebih dari 100 orang

Perdana Menteri Somalia, Hassan Ali Haire, mengatakan di kawasan Bay saja, di selatan, dalam 48 jam terakhir ini 110 orang tewas kelaparan akibat kemarau yang kerontang.

Angka yang disebutkan untuk wilayah Bay ini adalah untuk pertama kalinya diungkapkan secara resmi jumlah korban tewas selama krisis. Dampak menyeluruh kekeringan di Somalia masih belum diketahui.

Lembaga-lembaga kemanusiaan mencemaskan, di Somalia akan meledak bencana kelaparan besar-besaran.

Saat ini, hampir tiga juta orang di Somalia menghadapi kerawanan pangan.

Media lokal Alldhacdo melaporkan puluhan kematian terjadi di kota Awdinle, juga di wilayah Bay, akibat kolera. Penyakit ini sering mewabah karena kurangnya air minum yang bersih.

Selasa lalu, Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo, menyatakan kekeringan ini sebagai bencana nasional.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Rumah-rumah sakit menangani anak-anak yang mengalami dehidrasi.

Kekeringan di Somalia disebabkan antara lain oleh fenomena cuaca El Nino yang dampaknya menerjang kawasan timur dan selatan Afrika.

Kekeringan ini, selain berakibat pada kurangnya makanan juga menyebabkan banyak kasus dehidrasi.

Banyak sekali hewan-hewan peliharaan mati, dan bangkai-bangkai mereka teronggok di mana-mana.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Air yang makin langka, membuat pemandangan seperti ini -teronggoknya bangkai binatang seperti sapi ini- jadi pemandanga sehari-hari.

Somalia adalah satu dari empat negara yang diidentifikasi oleh PBB sebagai negara yang terancam risiko kelaparan ekstrem- bersama dengan Nigeria, Sudan Selatan dan Yaman.

Status bencana kelaparan telah resmi dinyatakan di sebuah negara bagian di Sudan Selatan - status kelaparan resmi pertama yang ditetapkan sejak Somalia pada 2011.

PBB menggunakan kelaparan ekstrem -famine- sebagai istilah teknis, yang hanya berlaku dalam keadaan yang sangat spesifik:

  • Ketika 20% dari rumah tangga tidak dapat mengatasi kekurangan pangan
  • Kekurangan gizi akut melebihi 30%
  • Jumlah korban tewas melebihi dua orang per hari per 10.000 penduduk

Kelaparan di Somalia dilaporkan bulan lalu oleh Komite Darurat Bencana Inggris, yang mencakup 13 lembaga bantuan kemanusiaan terkemuka.

Saat bencana kelaparan melanda Somalia tahun 2010-2012, hampir 260.000 orang meninggal.

Dalam bencana kelaparan sebelumnya, tahun 1992, sekitar 220.000 orang tewas.

Topik terkait

Berita terkait