AS kirim pasukan marinir untuk perangi ISIS di Raqqa

Marinir AS Hak atas foto CPL. DEMETRIUS MORGAN/US MARINE CORPS
Image caption Marinir Amerika Serikat di Suriah

Amerika Serikat telah mengirimkan 400 personel tambahan ke Suriah sebagai dukungan terhadap pasukan lokal untuk memerangi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Raqqa.

Pasukan itu termasuk marinir, yang tiba dalam beberapa hari ini. Pasukan khusus AS juga sudah berada di Suriah.

Sementara itu, serangan udara oleh pasukan koalisi yang dipimpin AS menewaskan 20 warga sipil - termasuk anak-anak - yang tinggal di dekat kota tersebut, seperti disampaikan sebuah laporan.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson akan bertemu dengan anggota koalisi menjelang serangan ke Raqqa.

Menteri Luar Negeri dan pejabat senior dari 68 negara dan organisasi internasional telah diundang untuk menghadiri pertemuan selama dua hari itu di Washington yang dimulai pada 22 Maret, seperti disampaikan kementerian luar negeri.

"Menteri Tillerson telah dengan sangat jelas mengalahkan ISIS merupakan prioritas utama kementerian luar negeri di Timur Tengah,"pejabat sementara juru bicara kementerian luar negeri Mark Toner.

Pejabat pertahanan mengatakan kepada Washington Post bahwa artileri Marinir telah dikirimkan, termasuk senjata lapangan yang besar yang memiliki kemampuan menembak dengan jarak 32 km. Juru bicara koalisi, Kolonel John Dorrian, mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa mereka akan membantu "mempercepat kekalahan" ISIS di Raqqa.

Selama akhir pekan, pasukan elit AS Army Rangers juga diterjunkan ke kota di dekat Raqqa dengan sejumlah persenjataan berat.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mengakhiri konflik antar unit aliansi Arab-Kurdi, yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah, dan pemberontak yang didukung Turki.

Hak atas foto Reuters
Image caption ISIS mendeklarasikan Raqqa sebagai 'ibu kota' mereka pada 2014 lalu.

Berita terkait