Saling tahan: Lima hal tentang perang diplomasi Korut dan Malaysia

Dubes Korut Hak atas foto AP
Image caption Duta besar Korea Utara untuk Malaysia, berangkat ke negerinya, Senin, sesudah diusir pemerintah Malaysia.

Korea Utara dan Malaysia saling melarang warga masing-masing meninggalkan negara mereka, seiring makin ruwetnya sengketa kedua negara terkait pembunuhan Kim Jong-nam.

Diawali dengan langkah Korea Utara yang melarang warga Malaysia di sana keluar dari negeri itu, dijawab Malaysia yang mengecam langkah itu namun menerapkan langkah balasan melarang warga Korea di Malaysia untuk keluar negeri.

Langkah diplomasi yang ganjil dipicu kemarahan Korea Utara terhadap investigasi Malaysia atas kematian Kim Jong-nam, saudara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Kendati Malaysia belum menyalahkan langsung pemerintah Korea Utara atas pembunuhan yang melibatkan seorang perempuan indonesia itu, ada kecurigaan luas bahwa Pyongyang bertanggung jawab.

Korea Utara berkali-kali membantah keras tudingan ini.

Hak atas foto Reuters
Image caption Bekas tersangka Ri Jong-chol tiba di Beijing setelah dideportasi dari Malaysia.

Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tewas di Malaysia bulan lalu.

Sengketa terkait pembunuhan - dan siapa yang berhak untuk mengklaim jasad Kim dari kamar mayat - meningkat cepat selama dua minggu terakhir.

Malaysia dan Korea Utara sudah saling mengusir duta besar masing-masing.

Apa persisnya langkah Korut?

Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, mengatakan hari Selasa (7/3) bahwa 'semua warga negara Malaysia di DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) untuk sementara dilarang meninggalkan negara itu sampai insiden yang terjadi di Malaysia benar diselesaikan.'

Dikatakan ini adalah untuk menjamin keamanan warga dan diplomat Korea Utara di Malaysia.

Warga Malaysia di Korea Utara akan bisa melanjutkan kehidupan keseharian mereka seperti biasa.

Bagaimana tanggapan Malaysia ?

Marah. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan Langkah Korut itu merupakan 'tindakan menjijikkan' yang 'secara total mengabaikan semua hukum internasional dan norma-norma diplomatik.'

Warga Malaysia secara efektif disandera di Korea Utara, katanya dalam sebuah pernyataan.

"Melindungi warga negara kita adalah prioritas pertama saya, dan kami tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah yang diperlukan ketika mereka terancam."

Awalnya, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa hanya staf dan pejabat kedutaan Korea Utara yang tidak akan diizinkan untuk meninggalkan Malaysia.

"Kami perlu mengambil langkah-langkah yang sama karena mereka telah memanipulasi pembunuhan itu," katanya dikutip media.

Tapi Najib kemudian mengatakan larangan itu diperluas ke semua warga Korea Utara.

Hak atas foto Kyodo/AP
Image caption Warga Korea Utara, Ri Jong-chol sempat diinterogasi dan ditahan lantaran dicurigai terlibat pembunuhan Kim Jong-nam.

Berapa banyak orang yang terdampak?

Para pejabat Malaysia mengatakan diyakini bahwa 11 warga Malaysia saat ini berada di Korea Utara, sebagian besar diplomat.

Jumlah warga Korea Utara di Malaysia tidak jelas, tapi selain korps diplomatik, Korea Utara juga diketahui mengirim warganya ke sana untuk bekerja sebagai buruh.

Sampai pekan lalu, warga Korea Utara tidak memerlukan visa untuk memasuki Malaysia.

Apakah ini legal?

Langkah ini sangat tidak biasa. Menurut Pasal 13 Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Manusia, "Setiap orang memiliki hak untuk meninggalkan negara manapun, termasuk negara sendiri, dan untuk kembali ke negaranya."

Malaysia telah menandatangani deklarasi itu, tetapi Korea Utara belum.

Larangan itu juga melanggar Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, yang sudah diratifikasi kedua negara.

Hak atas foto AFP
Image caption Empat pria Korut yang dicari polisi Malaysia, dengan tudingan terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam.

Ke mana arah penyelidikan kematian Kim?

Pemeriksaan post-mortem pada jasad Kim membuktikan bahwa ia dibunuh dengan VX, zat saraf yang paling berbahaya dari semua senjata kimia yang dikenal, saat ia menunggu untuk naik pesawat ke Makao pada tanggal 13 Februari.

Sejauh ini, hanya dua orang - Siti Aisyah, warga Indonesia asal Serang, dan seorang perempuan Vietnam - yang telah didakwa dengan pidana pembunuhan. Siti Aisyah dan perempuan Vietnam itu mengaku, mereka menyangka sedang mengambil bagian dalam acara lelucon TV.

Seorang warga Korea Utara yang ditahan Malaysia telah dibebaskan pekan lalu karena kurangnya bukti, tapi Malaysia masih mencari sejumlah warga Korea Utara lainnya, termasuk seorang diplomat dan seorang staf maskapai penerbangan Korut.

Kepala polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar mengatakan ia yakin dua orang tersangka itu bersembunyi di dalam kompleks kedutaan Korea Utara di Kuala Lumpur.

"Kami akan menunggu dan jika dibutuhkan lima tahun pun kami akan tetap menunggu, pasti akan ada orang yang keluar," katanya kepada wartawan.

Sejumlah polisi bersenjata dikerahkan untuk berjaga di luar kedutaan, lapor media Malaysia.

Berita terkait