Menyaru sebagai tenaga medis, ISIS serbu rumah sakit dan tewaskan 30 orang

kabul Hak atas foto Reuters
Image caption Aparat keamanan Afghanistan melakukan pengepungan di luar rumah sakit militer yang diserang kelompok bersenjata.

Lebih dari 30 orang tewas setelah orang-orang bersenjata yang menyamar sebagai dokter menyerbu rumah sakit terbesar di ibu kota Kabul, hari Rabu (08/03), kata para pejabat Afghanistan.

Dengan senjata dan granat mereka meledakkan pintu gerbang dan kemudian mengeluarkan tembakan ke arah staf rumah sakit dan pasien.

Semua pelaku serangan tewas setelah pasukan komando dikerahkan dan melumpuhkan mereka melalui baku tembak yang berlangsung beberapa jam.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) sudah mengklaim melakukan serangan sementara kelompok Taliban membantah terlibat.

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Oang-orang bersenjata itu terlibat baku-tembak dengan pasukan keamanan Afghanistan yang telah mengepung rumah sakit.

Menyamar sebagai dokter

Laporan saksi mata mengungkapkan anggota kelompok bersenjata itu menyamar sebagai dokter, seperti dilaporkan Kantor berita Reuters.

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Salah-seorang staf rumah sakit tersebut menulis status di Facebook miliknya: "Penyerang berada di dalam rumah sakit. Doakan kami.."

Salah-seorang staf rumah sakit tersebut menulis status di Facebook miliknya, "Penyerang berada di dalam rumah sakit. Doakan kami.."

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan serangan ke rumah sakit ini telah "menginjak-injak semua nilai-nilai kemanusiaan".

Serangan bersenjata ini terjadi sepekan setelah dua serangan bom bunuh diri di akademi militer dan kantor dinas intelejen di Kabul, yang menewaskan setidaknya enam belas orang. Kelompok militan Taliban dikaitkan dengan serangan ini.

Berita terkait