Paedofil dihukum empat tahun penjara, publik Singapura berang

Joshua Robinson Hak atas foto YouTube
Image caption Joshua Robinson, warga Amerika Serikat yang berhubungan seks dengan dua remaja perempuan dan merekamnya, divonis empat tahun penjara.

Hukuman empat tahun penjara yang dijatuhkan terhadap Joshua Robinson, warga Amerika Serikat yang berhubungan seks dengan dua remaja perempuan dan merekamnya, membuat berang publik Singapura.

Vonis untuk Robinson, yang berprofesi sebagai instruktur bela diri, diumumkan hakim pengadilan Singapura, pekan lalu.

Sejatinya, 10 tahun penjara dan denda adalah ancaman hukuman untuk orang dewasa yang berhubungan seks dengan anak di bawah umur. Dalam kasus Robinson, dia bisa dikenai ancaman hukuman 20 tahun penjara karena melibatkan dua anak di bawah umur.

Akan tetapi, Jaksa Penuntut Umum mengatakan tidak akan naik banding untuk menjerat Robinson dengan hukuman yang lebih berat. Sebab, menurutnya, kedua korban melakukan "hubungan seksual atas dasar suka sama suka".

Putusan pengadilan ini membuat berang publik Singapura. Petisi yang menuntut hukuman lebih berat untuk Robinson pun diluncurkan. Sejauh ini, lebih dari 27.000 orang telah menandatangani petisi tersebut.

"Ini benar-benar absurd," sebut Michael Liew Khong pada kolom komentar akun stasiun televisi Channel NewsAsia di Facebook.

"Vonis empat tahun untuk seorang pedofil? Hukum macam apa yang kita punya di sini? Ini bukanlah soal kewarganegaraan, tapi keseriusan dari kejahatannya," tambahnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hukum di Singapura dikenal ketat dan tegas, namun vonis empat tahun penjara untuk Robinson dipandang terlalu ringan.

Pengguna Facebook lainnya, seperti Chiaming Cho, senada. "Ini bukanlah masalah soal penduduk lokal melawan warga asing. Ini soal hukuman yang cukup berat untuk menangkal calon pelaku kejahatan yang mungkin berdampak seumur hidup."

Adapun Edwin Yeo menyoroti jumlah video porno anak-anak yang disita dari kediaman Robinson.

"Perkara ini ditanggapi lebih serius di negara lain. Mengapa sistem keadilan kita tidak menyorotinya? Robinson mungkin akan keluar karena berkelakuan baik. Ini sangat mengesalkan."

Berdasarkan dokumen pengadilan, Robinson bertemu salah seorang remaja melalui aplikasi kencan di ponsel pada awal 2015. Setelah beberapa bulan saling berbalas pesan, mereka bertemu dan Robinson membawanya ke apartemen. Di sana dia merekam saat mereka berhubungan seks.

Belakangan, remaja itu memberitahu orangtuanya dan mereka melaporkan Robinson ke polisi.

Robinson lalu ditangkap pada Juni 2015. Razia polisi menemukan ribuan film porno, termasuk adegan hubungan seks Robinson dengan seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang dia temui dua tahun sebelumnya.

Di persidangan, Robinson mengaku bersalah atas sembilan dakwaan, termasuk tiga dakwaan berhubungan seks dengan anak di bawah umur dan satu dakwaan memperlihatkan film berisi adegan cabul kepada bocah perempuan berusia enam tahun.

Topik terkait

Berita terkait