Presiden Korea Selatan dimakzulkan, bagaimana kasusnya?

Park Geun-hye. Hak atas foto Reuters

Pengadilan Korea Selatan telah memperkuat keputusan pemakzulan atas Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye.

Keputusan itu menjadikan hal ini sebagai pemecatan pertama terhadap presiden yang terpilih secara demokratis.

Park kemungkinan juga akan menghadapi hukuman dalam kasus dugaan korupsi.

Apa yang terjadi?

Mahkamah Konstitusi memperkuat hasil pemungutan suara yang dilakukan parlemen pada akhir Desember lalu. Keputusan itu menyebutkan bahwa tindakan mantan presiden itu dipandang telah "mengkhianati kepercayaan publik " dan merupakan "sebuah kuburan pelanggaran hukum, yang tidak dapat ditolerir".

Park dituduh berkolusi dengan teman dekatnya Choi Soon-sil, untuk menekan sejumlah perusahaan di Korea Selatan memberikan imbalan atas kemudahan yang diberikan oleh pemerintah. Choi yang tidak memiliki jabatan publik, memiliki akses yang tak terbatas terhadap dokumen resmi negara, termasuk dalam mengedit naskah pidato Park.

Siapa yang menjabat dan bagaimana nantinya?

Hak atas foto AFP
Image caption Hwang Kyo-ahn telah menjabat sebagai presiden selama tiga bulan.

Park tak lagi memegang kekuasaan sebagai presiden sejak Desember lalu, ketika parlemen memakzulkan dirinya. Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi ini Korea Selatan harus menggelar pemilihan umun dalam 60 hari.

Presiden baru harus dapat mengatasi ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, dan berupaya untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan di masa mendatang.

Sejumlah pengamat di Korea Selatan mempertanyakan apakan kelompok konservatif Park akan mengancam pihak Demokrat.

Hwang Kyo-ahn telah menjadi pejabat presiden, tetapi tampaknya tidak akan menjadi pesaing yang berat karena dia memiliki kedekatan dengan pemerintah Park.

Moon Jae-in, yang merupakan mantan ketua oposisi Partai Demokratik, merupakan salah satu yang mungkin menjadi kandidat calon presiden. Dia memiliki kedekatan dengan Park dalam pemilu 2012 lalu, dan popularitasnya meningkat ketika skandal pemakzulan mencuat.

Apakah seorang presiden dapat diadili?

Hak atas foto EPA
Image caption Choi Soon-sil bersikukuh menyatakan diri tidak bersalah.

Hal itu yang ditunggu-tunggu. Park sekarang akan berada dalam pengawasan ketat para jaksa, dan tidak memiliki kekebalan sebagai presiden yang dapat melindunginya.

Jika dia diadili, itu akan dikaitkan dengan kasus yang berhubungan dengan orang-orang yang dekat dengan dirinya.

Rekannya, Choi, telah diadili dalam dugaan keterlibatan kasus korupsi, dia secara de facto merupakan pemimpim Samsung, salah satu perusahaan yang diduga mengalirkan uang kepada yayasan sosial Choi untuk mendapatkan kemudahan politik.

Semua pihak yang dituduh, membantah melakukan kesalahan.

Apa artinya terhadap ekonomi?

Kasus ini telah menguncang dunia bisnis Korea Selatan karena keterlibatan pimpinan Sambung dan yayasan pensiun nasional dalam kasus korupsi ini.

Skala penyuapannya sangat besar. Samsung saja dituduh membayar suap sebesar 41 miliar won atau sekitar Rp481 milliar ke yayasan nirlaba yang dijalankan Choi.

Salah satu keluarga besar konglomerat - yang di Korea dikenal sebagai chaebol - juga dimintai keterangan tetapi tidak didakwa atas sumbangan yang diberikan kepada yayasan yang sama.

Sejumlah perusahaan, termasuk Samsung mengungkapkan telah menghabiskan sekitar US$1 juta atau Rp13 milliar untuk kuda anak perempuan Choi.

Tetapi Samsung adalah sebuah perusahaan besar global. Tidak terdapat tanda-tanda bahwa konsumen beralih dari mereka di Korea Selatan. Pada pekan ini, Samsung memastikan memegang gelar sebagai perusahaan penjual telepon pintar pada 2016.

Ini bukanlah tahun yang buruk, meski perusahaan ini sempat menarik kembali produk andalannya karena masalah baterai yang dapat menyebabkan kebakaran.

Pada kenyatannya, ancaman terbesar ekonomi Korea Selatan adalah kebijakan Beijing yang merespon keputusan Seoul untuk mengizinkan penempatan sistem anti-rudal AS. Termasuk menutup bisnis Korea Selatan di Cina dan mendorong wisatawan Cina agar tidak mengunjungi Korsel.

Bagaimana dengan hubungan internasional yang lain?

Hak atas foto Reuters
Image caption Korea Utara beberapa kali meluncurkan rudal.

Walapun terguncang, Korea Selatan masih merupakan negara dengan demokrasi yang stabil dan merupakan sebuah kekuatan ekonomi, sehingga hubungan internasional dengan negara lain tampaknya tidak akan berubah. Dalam banyak hal, protes pemakzulan yang damai dan kekuatan hukum memang memainkan peran utama di negara ini.

Amerika Serikat mulai menggelar sistem pertahanan rudal di Korea Selatan untuk melindungi negara itu dari serangan Korea Utara dan tidak akan terlalu berdampak. Tetapi presiden baru harus dengan cepat menjalin hubungan dengan pemerintahan Trump, untuk mengungkapkan kebutuhan dukungan militer dari AS.

Juru bicara AS mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ini "merupakan masalah dalam negeri" dan AS masih merupakan "sekutu yang setia, teman dan mitra " bagi Korea Selatan.

Jepang - yang baru-baru ini menarik mundur perwakilannya dari Korea Selatan karena perselisihan masalah perbudakan seks di masa lalu - menyatakan kebutuhan "mempromosikan kerjasama" dengan pemerintahan baru "dalam berbagai bidang".

Media pemerintah Korea Utara, yang biasanya menunda pemberitaan masalah internasional, dengan cepat bereaksi dan menyebut Park sebagai "penjahat biasa".

Korea Utara selama ini seringkali mengeluarkan kritik tajam terhadap Park - seringkali menyerang Park karena dirinya perempuan. Retorika itu tidak akan berakhir, tetapi seorang pemimpin baru memiliki potensi untuk membantu menghidupkan kembali pembahasan dengan kalangan internasional, untuk menurunkan suhu politik dan masalah keamanan dengan Korut.

Berita terkait