Hubungan memanas, Turki serukan agar Belanda dijatuhi sanksi

Recep Tayyip Erdogan Hak atas foto AP
Image caption Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan serangan-serangan kepada Belanda dalam kampanye di Istanbul pada Minggu (12/03).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan kepada lembaga-lembaga internasional untuk menjatuhkan sanksi kepada Belanda karena menolak dua menterinya.

Dua menteri Turki, Menteri Urusan Keluarga Fatma Betul Sayan Kaya dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu semula dijadwalkan untuk menggalang dukungan dari kalangan warga Turki yang bermukim di Belanda guna mendukung referendum perluasan wewenang presiden yang dijadwalkan akan digelar pada April.

Namun menurut pemerintah Belanda, kampanye-kampanye referendum Turki di dalam wilayah Belanda akan memicu ketegangan menjelang pemilihan umum Belanda pada Rabu (15/03).

Ditentang Belanda

Dikatakan oleh Presiden Erdogan bahwa negara-negara Uni Eropa gagal mengecam Belanda atas tindakannya yang mirip negara kecil yang tidak stabil.

"Apa yang terjadi di Belanda mengabaikan diplomasi dan hukum internasional. Apakah Uni Eropa angkat bicara dalam masalah ini? Tidak. Kenapa? Karena mereka tidak saling melukai. Mereka sama," tegasnya pada Minggu (12/03).

Hak atas foto EPA/BAS CZERWINSKI
Image caption Menurut Mark Rutte, pernyataan presiden Turki memperkeruh suasana.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan pernyataan menghasut Turki tidak punya landasan.

"Kami benar-benar ingin mengurangi ketegangan hubungan tetapi tentu pernyataan-pernyataan presiden Republik Turki tidak membantu menenangkan suasana dan pernyataan-pernyataan itu sama sekali tidak bisa diterima. Itu jelas," tegas PM Rutt.

Sengketa kedua negara meluas setelah Denmark menunda menerima kunjungan perdana menteri Turki dan Jerman mengeluarkan peringatan bahwa sekarang sulit membicarakan bantuan untuk Turki.

Turki hendak menggelar referendum untuk perluasan wewenang presiden dan menggalang dukungan di kalangan warga Turki yang tinggal di negara-negara lain.

Di Belanda jumlah warga Turki yang bermukim di sana diperkirakan mencapai 400.000 orang, sedangkan jumlah pemilih Turki yang bermukim di Jerman mencapai 1,4 juta.

Topik terkait

Berita terkait