Kelegaan di Eropa: Partai anti-Islam kalah di Pemilu Belanda

Mark Rutte high fives children after casting his vote in the Dutch general election Hak atas foto AP
Image caption Para pengamat beranggapan, partai-partai liberal dan pro-Uni Eropa, termasuk partai pimpinan PM Mark Rutte, diuntungkan oleh tingginya angka pemilih.

Partai Kebebasan yang anti-Islam yang dicemaskan menang besar ternyata hanya memperoleh 18% suara, dan Partai pimpinan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen.

Hasil awal mengukuhkan exit polls, yang menunjukkan PM Mark Rutte dengan partai kanan tenganya, VVD, akan memenangkan 31 dari 150 kursi.

Tiga partai diproyeksikan sama-sama meraup 19 kursi: Partai Kebebasan (PVV) yang anti imigrasi pimpinan Wilders, Partai Kristen Demokrat dan D66.

Sebelumnya, partai pimpinan Wilders unggul jauh dalam jajak pendapat, namun dukungan untuk mereka memudar dalam beberapa hari terakhir.

Dalam penghitungan sementara, hingga Kamis pagi, VVD hanya memperoleh 17,8%.

"Hari ini adalah pesta demokrasi," kata PM Rutte. "Rakyat Belanda telah mengatakan tidak untuk populisme yang salah," tambahnya merujuk pada partai populis PVV Geert Wilders.

Partai VVD pimpinan PM Rutte telah kehilangan beberapa kursi sejak pemilu terakhir, dan dalam Pemilu ini mereka awalnya diperkirakan akan makin terpuruk akibat dukungan beralih kepada Partai Kebebasan Geert Wilders.

Namun hasil awal ternyata menunjukkan sebaliknya.

Partisipasi tinggi

Para pengamat beranggapan, partai-partai liberal dan pro-Uni Eropa diuntungkan oleh tingginya angka pemilih.

Partisipasi dalam pemilihan umum kali ini mencatat rekor tertinggi selama 30 tahun, dengan 81% pemilih.

Hak atas foto EPA
Image caption Partai Hijau-Kiri juga merayakan perolehan kursi yang besar.

Eropa lega

Dunia memantau Pemilu Belanda ini dengan seksama, sebagai indikasi bagaimana partai-partai populis anti pendatang itu mendapat dukungan dalam pemilu di sejumlah negara Uni Eropa lain.

Perancis akan menyelenggarakan pemilihan presiden bulan depan, sementara Jerman akan mengadakan pemilihan umum pada bulan September.

Sehingga kemenangan partai PM Rutte dan terpuruknya partai Geert Wilders disambut kelegaan oleh para pemimpin Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel segera menelpon PM Rutte untuk mengucapkan selamat, sementara Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel melakukannya lewat cuitan di Twitter.

Martin Schulz, mantan presiden Parlemen Eropa mengatakan ia merasa 'lega' bahwa partai pimpinan Wilders kalah.

"Kita harus terus berjuang bagi Eropa yang bebas dan terbuka," cuitnya. Wilders sendiri, kendati kecewa memperingatkan, bahwa dia tak akan surut.

Ia sebelumnya mengatakan bahwa 'revolusi patriotik' akan dilanjutkan dan 'jin ini tak akan kembali ke dalam botol.'

Kendati menang, partai VVD pimpinan PM Rutte akan perlu melakukan koalisi dengan partai lain untuk bisa membentuk pemerintahan.

VVD telah mengesampingkan koalisi dengan Partai Kebebasan pimpinan Geert Wilders, namun tidak dua runner-up lain, partai Kristen Demokrat (CDA), dan Demokrat 66 (D66) partai, yang keduanya pro-Uni Eropa. CDA mengungkapkan kepuasan atas hasil pemilu dan menyatakan siap membantu membentuk koalisi.

VVD akan membutuhkan setidaknya tiga partai lain sebelum dapat mengamankan mayoritas.

Oleh karena itu, partai-partai kecil lainnya akan bisa menjadi penentu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ketegangan sempat menyelimuti para anggota partai VVD yang berkuasa.

Jajak pendapat menunjukkan Partai Kiri Hijau mendapat dukungan kuat pula dengan memenangkan total 16 kursi, melonjak jauh dari empat kursi sebelumnya.

Partai Sosialis memperoleh 14 kursi, sementara partai kiri lain yang merupakan mitra koalisi VVD sebelumnya, Partai Buruh, melorot dari 38 kursi menjadi hanya sembilan.

Para analis mengatakan penurunan itu tampaknya merupakan hukuman dari pendukungnya karena peran Partai Buruh di pemerintahan koalisi dalam membantu meloloskan langkah-langkah penghematan ekonomi.

Pemimpin partai Lodewijk Asscher menyebut hasil pemilu merupakan "malam yang pahit bagi Buruh- luar biasa mengecewakan."

"Membangun kembali partai dimulai hari ini," tegasnya.

Topik terkait

Berita terkait