Para capres Prancis berdebat panas soal pakaian renang Muslim, burkini

capres Prancis Hak atas foto Reuters
Image caption Francois Fillon, Emanuel Macron, Benoit Hamon, Jean-Luc Melenchon dan Marine Le Pen beberapa saat menjelang debat.

Dua calon terkuat pemilihan presiden Prancis saling menyerang dalam debat panas yang disiarkan televisi, khususnya tentang baju renang perempuan Muslim, burkini.

Capres ekstrem kanan Marine Le Pen yang menyebut bahwa burkini adalah ancaman terhadap tradisi sekularisme Prancis. Namun calon garis tengah, Emmanuel Macron membantahnya dan menyebut bahwa burkini tak lebih dari sekadar tata tertib berbusana di ruang publik.

Musim panas lalu, burkini menjadi perdebatan setelah sejumlah kawasan wisata pantai Perancis selatan melarang baju renang itu, sebelum pengadilan administratif tertinggi Perancis menyebut larangan itu melanggar kebebasan asasi.

Marine Le Pen mengatakan Prancis harus menentang multikulturalisme, tapi Macron menuduhnya memusuhi umat Islam di negeri itu.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Le Pen akan mendapatkan suara terbanyak di putaran pertama, tapi di putaran dua akan dikalahkan oleh calon partai kanan-tengah Francois Fillon yang sedang dirundung berbagai masalah, atau Emmanuel Macron yang melejit sejak capres kanan tengah itu didera berbagai skandal.

Di pidato pembukaan debat itu, Macron mengatakan akan mengubah politik yang secara tradisional terpecah belah di Prancis, sementara Marine Le Pen mengatakan dia ingin membuat Prancis bukan sebagai 'wilayah semu' Uni Eropa atau tunduk kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan bersumpah untuk menghentikan semua imigrasi ke negeri itu.

Adapun Francois Fillon mengatakan bahwa jika terpilih, ia akan menjadi presiden dari apa yang disebutnya 'pemulihan nasional.'

Macron juga menyentil Fillon dengan mengatakan keadilan akan menang sebagaimana akan terjadi menyangkut kasus 'calon presiden tertentu'.

Sentilan Macron jelas mengacu pada penyelidikan hukum terkait tuduhan bahwa Fillon membayar ratusan ribu euro pada istrinya sendiri untuk pekerjaan parlemen yang tidak ia lakukan.

Fillon menyangkal semua tuduhan yang disebutnya sebagai upaya 'pembunuhan politik,' dan menolak mundur dari pilpres.

Image caption Beberapa wilayah Perancis selatan sempat melarang burkini sebelum pengadilan administratif tertinggi Perancis menyebut larangan itu melanggar kebebasan asasi.

Para calon juga beradu konsep soal ekonomi dan bagaimana mengatasi pengangguran, yang telah lama berada di kisaran 10%.

Marine Le Pen menyerukan suatu 'ekonomi patriotik' dan mengkampanyekan langkah-langkah proteksionis yang condong kepada perusahaan-perusahaan Perancis.

Fillon menyebut, gagasan Le Pen akan menyebabkan 'kekacauan ekonomi.'

Berbeda dengan biasanya, kali ini juga terlibat dua politikus kiri dalam perdebatan: Benoit Hamon dan Jean-Luc Melenchon.

Hamon - yang berusaha membedakan diri dari calon kiri lain, Jean-Luc Melenchon, menyerukan penerapan pendapatan dasar universal, yang katanya adalah satu-satunya ide inovatif dalam kampanye pilpres kali ini.

Pemungutan suara akan berlangsung pada tanggal 23 April, sementara putaran kedua -jika tak ada pemenang mutlak di atas 50%- akan diselenggarakan pada tanggal 7 Mei.

Topik terkait

Berita terkait