AS larang laptop di penerbangan delapan negara Timteng dan Afrika Utara

Petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) melihat X-ray laptop di Bandara Internasional Baltimore-Washington. Hak atas foto Getty Images
Image caption Aturan ini akan mempengaruhi maskapai dari 13 negara

Amerika Serikat melarang peralatan elektronik seperti laptop dan tablet dari bagasi kabin untuk maskapai penerbangan dari delapan negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pejabat pemerintahan AS mengatakan pada BBC bahwa aturan ini akan berpengaruh pada sembilan maskapai yang beroperasi di 10 bandara.

Media AS melaporkan bahwa aturan tersebut dipicu oleh pengamatan intelijen dari luar negeri.

Larangan ini akan melibatkan semua alat elektronik besar seperti laptop, kamera tablet, pemutar DVD dan permainan elektronik.

Namun smartphone dan HP akan tetap dibolehkan masuk bagasi.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menolak berkomentar pada isu itu namun dijadwalkan akan memberikan pengumuman pada Selasa (21/3) ini.

Dinas Keamanan Transportasi (TSA), yang merupakan bagian dari DHS, juga menolak berkomentar.

Belum jelas maskapai mana yang akan terpengaruh dan berapa lama larangan ini akan berlaku, tetapi menurut CNN, Royal Jordanian Airlines pada Senin (20/3) mencuit bahwa mereka akan melarang penumpang membawa barang-barang elektronik ke dan dari Amerika Utara.

Hak atas foto Getty Images

Maskapai yang berbasis di Yordania itu mengatakan bahwa mulai Selasa, mereka hanya akan membolehkan HP dan peralatan medis dalam penerbangan mereka. Berbagai barang elektronik lain 'dilarang keras.'

Maskapai mengatakan bahwa laptop, tablet, pemutar DVD dan permainan elektronik harus dimasukkan dalam bagasi.

Aturan baru ini akan berdampak pada penerbangan Royal Jordania menuju New York, Chicago, Detroit dan Montreal.

Namun cuitan tersebut kemudian dihapus.

Menteri Keamanan Dalam Negeri John Kelly dilaporkan telah menghubungi legislator di kongres pada akhir pekan untuk menjelaskan masalah keamanan perjalanan yang berujung pada larangan itu, kata seorang penasihat kongres yang mendapat penjelasan dalam diskusi tersebut pada kantor berita AP.

Media AS melaporkan bahwa larangan ini sudah digodok sejak beberapa minggu terakhir.

Topik terkait

Berita terkait