Serangan London: Apa yang sudah lama diduga dinas keamanan?

westminster Hak atas foto PA
Image caption Hari-hari saat terorisme berarti bom yang besar dan kompleks yang membutuhkan perencanaan berbulan-bulan sudah selesai.

Serangan di Jembatan Westminster dan di halaman Gedung Parlemen adalah serangan yang sudah lama diduga oleh para pejabat keamanan di London.

Tujuan terorisme bukan hanya membunuh dan membuat cedera, namun untuk menciptakan panik dan kekacauan sehingga mengguncang kota atau bangsa hingga ke fondasinya.

Dan penyerang ini berusaha melakukannya dengan cara sesederhana mungkin.

Hari-hari saat terorisme berarti bom yang besar dan rumit yang membutuhkan perencanaan berbulan-bulan sudah berlalu. Badan-badan keamanan Barat, khususnya MI5 (badan intelijen dalam negeri Inggris) dan mitra mereka, sangat jago mengidentifikasi komplotan ini dan mencegah mereka.

Semakin lama waktu yang dibutuhkan unruk merencanakan serangan itu, semakin banyak orang yang terlibat, semakin besar kemungkinan badan keamanan mengetahui apa yang sedang terjadi.

Sejak serangan bunuh diri pada 2005, polisi berlatih bagaimana mereka akan menghadapi situasi serupa jika terjadi kembali.

Rencana-rencana tersebut telah berulang kali ditingkatkan, khususnya setelah serangan di Mumbai pada 2008 dan kejadian mengerikan yang terjadi di Paris, Nice dan tempat lainnya.

Bagian dari pelatihan itu adalah bagaimana menghadapi si penyerang dan sebagian lainnya adalah bagaimana mengatur agar kota tetap berjalan normal.

Dan itulah mengapa Perdana Menteri Theresa May mampu berkata bahwa warga London akan beraktivitas secara normal.

Jejak elektronik

Serangan dimulai dengan penyerang mengemudi ke arah pejalan kaki di Jembatan Westminster pada Rabu (22/03) siang menjelang sore.

Itu adalah metode serangan yang telah terjadi berulang kali didukung oleh kelompok seperti al-Qaida di Semenanjung Arab (al-Qaeda in the Arabian Peninsula/AQAP) dan kelompok yang disebut dengan Negara Islam atau ISIS.

Serangan itu telah digalakkan di internet di majalah berbahasa Inggris kedua organisasi itu.

Hak atas foto PA
Image caption Seorang pria yang diyakini pelaku serangan mendapatkan perawatan medis, dengan dua pisau tergeletak di tanah. Ia kemudian meninggal dunia.

Dan lewat berbagai eksperimen antiterorisme yang tak terhitung di Old Bailey, saya telah mendengar bukti bahwa warga Inggris dicurigai memiliki informasi ini.

Mengapa memilih metode ini?

Karena sederhana dan besar kemungkinan tidak dapat dideteksi hingga akhirnya terjadi.

Dari 13 usaha serangan yang digagalkan sejak 2013, sepengetahuan saya sekitar setengahnya memiliki elemen metodologi penyerang ini, jika tidak menyerang dengan kendaraan, atau senjata tajam dan tekad untuk bertindak dengan berjalan.

Kedua pria yang membunuh Lee Rigby pada 2013 di Woolwich, London tenggara, melaju tepat di samping tentara dan kemudian keluar untuk melukainya. Yang lain dengan ide serupa berhasil dihentikan sebelum mereka dapat merealisasikan rencana mereka.

Mengapa serangan kali ini berhasil?

Terlalu dini untuk menyiratkan bahwa badan keamanan kebobolan. Kita tidak tahu apakah penyerang ini ada dalam radar mereka atau tidak sama sekali .

Polisi sejauh ini hanya mengatakan mereka yakin dia "terinspirasi oleh aksi terorisme internasional".

Meski dia ada di radar mereka, kita tidak tahu apakah dia telah mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuatnya diprioritaskan dibanding ancaman besar lainnya.

Jadi dalam waktu-waktu genting ini, polisi akan segera mencari tahu apakah penyerang ini bekerja sendiri atau hanyalah bagian dari jaringan yang lebih besar.

Kemungkinannya adalah dia mengetahui orang lain dengan pola pikir yang sama, namun bukan berarti mereka bagian dari rencana itu.

Mereka tidak akan mengurangi kemungkinan bahwa ada yang lain di luar sana hingga mereka menjalankan semua lini investigasi ke lapangan.

Hari ini juga para petugas keamanan akan menganalisa jejak elektronik yang ditinggalkan mobil si penyerang saat melewati kamera untuk mengenali plat nomor di London.

Mereka akan mengumpulkan setiap CCTV yang ada untuk mencari tahu petunjuk berikutnya, khususnya titik bertolaknya dan kapan dia bertemu dengan orang lain.

Para pakar akan meretas pergerakan ponselnya dan mencari tahu dengan siapa dia melakukan kontak dan kapan.

Mereka mungkin mendapat lokasi yang akan menempatkannya sebagai terduga pelaku, hal ini pernah terjadi sebelumnya.

Kita tidak akan pernah mendengar ini, namun para analis di MI5 dan badan intelijen Inggris GCHQ, akan menggunakan teknik yang lebih intrusif agar dapat meretas akun online nya untuk melihat apa yang akan didapat dari situ.

Hak atas foto PA
Image caption Polisi telah berlatih dan berlatih untuk mengatasi jika kekacauan yang terjadi pada 2005 berulang.

Dan akhirnya, penyelidik berharap teknik kepolisian model lama itu akan memberikan petunjuk vital, mungkin sebuah telepon tak dikenal ke hotline antiteroris atau laporan tetangga ke petugas lokal. Penyelidik akan bekerja panjang untuk ini.

Di seluruh ibu kota, kepolisian London akan meningkatkan jumlah personel yang ditempatkan di sejumlah titik.

Akan lebih banyak petugas bersenjata di jalanan - begitu juga patroli polisi, untuk menjaga rasa aman masyarakat.

Pengawasan akan ditingkatkan untuk mengatasi ketegangan di masyarakat dan reaksi yang menyebabkan kejahatan kebencian.

Ada satu pertanyaan akhir. Ada pagar besi mengelilingi Istana Westminster, namun penyerang mampu memasuki halaman Gedung Parlemen melalui gerbang ke New Palace Yard, di bawah Big Ben.

Pintu masuk dijaga oleh petugas bersenjata namun, tidak seperti bagian lain di Parlemen, tidak ada belokan jalan yang rumit.

Akan muncul pertanyaan yang tak dapat dihindarkan mengenai apakah pintu masuk ini dijaga dengan semestinya, kendati dengan sifat dasar rencana pembunuhan penyerang, hal itu tidak akan menghentikannya.

Berita terkait