Teror London: Polisi lakukan penggerebekan, delapan ditangkap

Teror London Hak atas foto PA
Image caption Para petugas forensik melakukan pemeriksaan seksama sekitar lokasi serangan.

Delapan orang ditangkap menyusul sejumlah penggerebekan yang dilakukan polisi terkait teror London yang menewaskan empat orang, termasuk pelaku.

Kepala satuan anti teror Kepolisian London Mark Rowley mengatakan, ratusan detektif yang bekerja sepanjang malam melakukan penggrebekan terhadap enam alamat.

Ia memapar pula rincian tambahan tentang para korban selain petugas polisi Keith Palmer yang ditikam terduga penyerang.

Mark Rowley mengatakan, dua korban sipil yang tewas adalah seorang perempuan berumur 40-an tahun dan seorang lelaki berumur 50-an tahun. Satu lagi yang tewas adalah pelaku.

Dalam berbagai kabar sebelumnya, warga sipil yang tewas dalam teror di depan Parlemen Inggris itu tiga orang, namun Mark Rowley hanya menyebut dua orang.

Tujuh dari 40 yang terluka masih dalam kondisi kritis, dan 29 lain masih dirawat di rumah sakit.

Hak atas foto Reuters
Image caption Penggrebekan di sebuah rumah di London, yang berbuah penangkapan tujuh orang.

Dalam pernyataan di luar gedung Scotland Yard, Mark Rowley mengatakan: "Penyelidikan di Birmingham, London dan berbagai sudut negeri masih terus berlangsung."

"Kami masih yakin -dan makin dikukuhkan dalam investigasi kami- bahwa pelaku bergerak sendiri dan tindakannya diinspirasikan oleh terorisme internasional."

"Jelasnya, pada tingkat ini, kami belum memiliki informasi spesidik tentang ancaman lebih jauh terhadap keselamatan umum."

Diyakini, salah satu lokasi yang digrebek polisi pada Rabu malam adalah sebuah alamat di Birmingham. Seorang saksi mengatakan, "mereka datang dan menangkap tiga oirang."

BBC Newsnight melaporkan, ada kabar bahwa mobil yang digunakan dalam serangan maut itu disewa dari sebuah tempat penyewaaan di Birmingham, namun belum ada pengukuhana atas kabar ini.

Dalam perkembangan lain, Menteri Pertahanan Michael Fallon mengatakan bahwa prosedur keamanan di parlemen akan dikaji ulang.

Topik terkait

Berita terkait