Serangan London: Pria berusia 30 tahun ditangkap di Birmingham

westminster attack Hak atas foto PA
Image caption Sekelompok wanita, sebagian dengan anak perempuannya, bergandengan tangan di Jembatan Westminster Bridge sebagai penghargaan kepada para korban serangan.

Seorang pria ditangkap di Birmingham oleh polisi terkait serangan terror Westminster, yang menyebabkan empat orang tewas.

Polisi London mengatakan pria 30 tahun itu ditahan karena dicurigai mempersiapkan aksi terorisme.

Pria lain, 58 tahun, yang ditahan di Birmingham pada Kamis (23/3), masih dalam pengawasan.

Khalid Masood, 52 tahun, membunuh tiga orang dengan mengendarai mobil ke arah para pejalan kaki pada Rabu (22/3). Dia kemudian menusuk seorang polisi dengan pisau sebelum polisi menembaknya hingga tewas.

Seluruh serangan yang terjadi di Jembatan Westminster dan di halaman Gedung Parlemen dalam 82 detik.

Penangkapan terakhir ini adalah penangkapan ke 12 oleh KepolisianLondon dalam kaitan dengan serangan itu. Sembilan orang telah dilepaskan tanpa tuntutan apapun.

Seorang perempuan berusia 32 tahun yang ditangkap di Manchester masih dalam jaminan polisi hingga akhir Maret.

Polisi meyakini Masood bertindak sendiri namun mereka juga 'bertekad' untuk menemukan apakah dia telah terinspirasi oleh propaganda teroris.

Meski demikian, polisi berkata ada kemungkinan mereka 'tidak akan pernah mengerti mengapa dia melakukan serangan itu.'

'Tidak ada tempat untuk bersembunyi'

Bukti yang menunjukkan bahwa ponsel Masood terhubung dengan aplikasi pesan WhatsApp dua menit sebelum dia menyerang menimbulkan debat mengnai tanggung jawab layanan pesan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Amber Rudd berkata pesan terenkripsi harus dapat diakses oleh badan intelijen untuk menangkal teror, dan menegaskan bahwa 'tidak ada tempat bagi para teroris untuk bersembunyi.'

Dia akan menemui perusahaan teknologi itu minggu ini.

Seorang jubir WhatsApp berkata bahwa perusahaan tersebut 'terguncang oleh serangan tersebut' dan bekerja sama untuk penyelidikan yang berlangsung.

Pemimpin partai Buruh Jeremy Corbyn berkata pihak berwajib telah memiliki 'kekuasaan yang besar' dan dibutuhkan keseimbangan antara 'hak untuk mengetahui' dengan 'hak privasi.'

Hak atas foto PA/Facebook
Image caption Keith Palmer, Kurt Cochran dan Aysha Frade tewas dalam serangan (kirin ke kanan).

Semua pesan yang dikirim di WhatsApp memiliki enkripsi ujung-ke-ujung, yang berarti pesan tidak dapat dibaca jika ditangkap orang lain, termasuk pihak berwajib dan pihak WhatsApp sendiri.

Jadi meski ponsel Masood diyakini terkoneksi dengan aplikasi tersebut, polisi tidak akan mengetahui apapun yang dibicarakan.

Yang tewas dalam serangan itu adalah: polisi berusia 48 tahun Keith Palmer; Aysha Frade, yang bekerja di sebuah kampus dekat Jembatan Westminster; Kurt Cochran, yang sedang dalam perjalanan dari AS untuk merayakan pernikahan ke 25; dan pensiunan pembersih kaca berusia 75 tahun Leslie Rhodes.

Hak atas foto PA
Image caption Empat karangan bunga mewakili keempat korban serangan Westminster diletakkan di tengah-tengah lapangan Stadion Wembley.

Dalam sebuah acara penghargaan untuk mereka di Stadion Wembley pada Minggu malam, empat karangan bunga diletakkan di lapangan oleh Komisioner Kepolisian London Craig Mackey, Walikota London Sadiq Khan, Ketua FA Greg Clarke dan Menteri Kebudayaan Karen Bradley.

Para pendukung dan pemain di babak kualifikasi Piala Dunia antara Inggris dan Lithuania juga mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan dimulai.

Topik terkait

Berita terkait