Sembilan pegiat Hong Kong akan didakwa terkait unjuk rasa 2014

Hong Kong, Carrie Lam Hak atas foto Reuters
Image caption Carrie Lam (tengah) mengatakan ingin 'menyembuhkan perpecaha' di Hong Kong.

Sembilan pegiat demokrasi Hong Kong mengatakan mereka akan didakwa terkait unjuk rasa prodemokrasi akhir tahun 2014 lalu.

Pemberitahuan oleh polisi itu disampaikan sehari setelah Carrie Lam terpilih sebagai Ketua Eksekutif Hong Kong yang baru.

Mereka yang akan didakwa termasuk tiga pegiat yang mengatur unjuk rasa yang disebut Occupy Central yang berlangsung di pusat kota Hong Kong dua tahun lalu dan menjadi payung dari gerakan prodemokrasi yang lebih meluas.

Saat itu mereka menuntut pemilihan ketua eksekutif yang berlangsung adil dengan calon-calon yang tidak perlu mendapat persetujuan pemerintah Beijing namun tuntutan itu ditolak.

Carrie Lam, pemimpin perempuan pertama Hong Kong yang pro-Beijing yang terpilih Minggu (26/03), mengatakan ingin 'menyembuhkan' perpecahan di wilayahnya.

"Saya ingin membuat jelas bahwa saya ingin mempersatukan masyarakat dan menjembatani perbedaan yang menyebabkan keprihatinan kita."

"Namun semua tindakan seharusnya tidak melanggar kekuasaan hukum di Hong Kong. Tindakan penuntutan dilakukan secara mandiri oleh Departemen Kehakiman," tegasnya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Unjuk rasa Occupy Central

Pesan keras dari pemerintah?

Tiga pegiat yang memimpin aksi Occupy Central atau Duduki Pusat adalah Benny Tai, Pendeta Chu Yiu-ming, dan Dr Chan Kin-man. Sementara enam lainnya termasuk anggota parlemen dan anggota dari Federasi Mahasiswa Hong Kong.

Sekelompok kecil orang ditangkap dan didakwa tak lama setelah unjuk rasa dua tahun lalu tersebut.

Polisi Hong Kong menolak memberikan komentar atas kasus itu dan alasan dakwaan namun mengukuhkan para pegiat bersangkutan diminta untuk datang ke kantor pusat kepolisian untuk didakwa.

Menurut Dr Chan, dakwaan itu merupakan pesan yang 'keras' dari pemerintah.

"Carrie Lam mengatakan dia akan memulihkan masyarakat, namun pesan yang kami dapat hari ini adalah dakwaan. Saya tidak bisa melihat bagaimana retak-retak dalam masyarakat bisa diperbaiki," jelasnya kepada kantor berita Reuters.

Lam akan resmi bertugas pada 1 Juli mendatang, pada peringatan 20 tahun pengalihan Hong Kong dari Inggris ke Cina, dan Presiden Cina diperkirakan akan berkunjung ke Hong Kong dalam peringatan peralihan kekuasaan tersebut, yang diduga akan memicu unjuk rasa.

Topik terkait

Berita terkait