Debbie, badai 'monster' menerjang Australia, 25.000 orang mengungsi

Strong winds and rain lash Airlie Beach, Australia, 28 March 2017. Hak atas foto EPA
Image caption Topan Debbie menghantam pantai Airlie, Australia -merupakan badai terburuk di wilayah itu sejak Topan Yasi pada tahun 2011.

Topan disertai angin dengan kecepatan hingga 250km/jam yang bergerak menuju pantai Queensland, Australia, meluluh-lantakkan sejumlah pulau tujuan liburan populer.

Pihak berwenang menyerukan agar warga yang mencapai lebih dari 25.000 orang mengungsi sebelum Topan Debbie, badai kategori empat, yang diprediksi mencapai daratan pada sekitar pukul 00:00 waktu setempat (08:00 WIB), Selasa (28/3) ini.

Sekitar 23.000 rumah mengalami pemutusan listrik, dan sebagian mengalami kerusakan.

Pihak berwenang mengatakan ini merupakan badai terburuk di wilayah itu sejak Topan Yasi pada tahun 2011.

Biro Meteorologi Australia mengatakan 'badai yang sangat menghancurkan ini' sudah mencapai Kepulauan Whitsunday.

"Kami mendapatkan laporan bahwa atap-atap rumah copot diterbangkan badai, bahkan termasuk atap sejumlah bangunan kepolisian," kata Wakil Komisaris Polisi Queensland Steve Gollschewski.

Seorang warga menyebut, hembusan badai itu bagai 'kereta barang yang melesat sekaligus di kiri dan kanan."

"Pohon-pohon meliuk-liuk diterjang angin. Wilayah ini terguncang-guncang," kata seorang pria yang diidentifikasi sebagai Charlie, kepada Australian Broadcasting Corp.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Awan badai menggumpal di kota Ayr, Queensland, Australia.

Badai ini bergerak lamban, saat dilacak terakhir kecepatannya sekitar 6km/jam, dan bisa mendera Queensland selama berjam-jam.

"Kita akan mengalaminya dalam waktu yang lama dan berat," kata perdana menteri negara bagian Queensland Annastacia Palaszczuk.

"Intensitas dan keganasan angin akan meningkat secara bertahap. Setiap orang harus berlindung di lantai bawah tanah."

Annastacia Palaszczuk menyebut badai itu bagai 'monster,' dan mengatakan bahwa perintah evakuasi darurat hari Senin 'mungkin yang terbesar yang pernah dikeluarkan' di negara bagian yang dipimpinnya.

Lebih dari 2.000 pekerja darurat disiagakan, tapi warga telah diperingatkan bahwa para petugas hanya akan merespon jika situasinya aman untuk melakukan tindakan itu.

 Sejumlah warga menolak untuk meninggalkan rumah mereka meskipun diperingatkan bahwa inti Topan Debbie yang sangat merusak bisa selebar 100 km.

Hak atas foto Bureau of Meteorology
Image caption Gambar satelit Topan Debbie
Hak atas foto Getty Images
Image caption Para petugas di Queensland saat melakukan persiapan tanggap darurat menghadapi badai hebat Debbie.

Pihak berwenang Queensland menutup 181 sekolah dan 232 pusat pendidikan anak usia dini.

Semua penerbangan dari dan ke Bandara Townsville dan Mackay dibatalkan.

Komisaris Polisi Ian Stewart mengatakan kondisi cuaca itu merupakan salah satu penyebab kematian seorang perempuan dalam kecelakaan mobil pada hari Senin.

Topik terkait

Berita terkait