Ahmed Kathrada: Pejuang muslim anti-apartheid Afrika Selatan wafat

Ahmed Kathrada. Photo: December 2013 Hak atas foto EPA
Image caption Ahmed Kathrada adalah salah satu di antara delapan aktivis Kongres Nasional Afrika (ANC), bersama Nelson Mandela, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 1964 oleh rezim apartheid kulit putih waktu itu.

Veteran pejuang anti-apartheid Afrika Selatan, Ahmed Mohamed Kathrada meninggal dalam usia 87 tahun.

Dalam pernyataannya, Yayasan Kathrada menyebut bahwa salah satu pejuang pembebasan Afrika Selatan yang beragama Islam itu meninggal dengan damai di rumah sakit Johannesburg, 'setelah periode singkat penyakitnya, menyusul sebuah operasi pada otaknya.'

Bersama dengan Nelson Mandela, Kathrada adalah salah satu di antara delapan aktivis Kongres Nasional Afrika (ANC) yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 1964 oleh rezim apartheid kulit putih waktu itu.

Mereka dihukum dengan tuduhan berusaha menggulingkan pemerintah yang menerapkan politik berdasarkan perbedaan warna kulit.

Dikenal dengan panggilan 'Kathy,' Ahmed Mohamed Kathrada yang dipenjara selama 26 tahun untuk perjuangannya, adalah salah satu tokoh paling dekat dengan Nelson Mandela.

Dari 26 tahun masa penahanan, ia menghabiskan 18 di antaranya di penjara Pulau Robben yang terkenal itu.

Ia bukan saja salah satu sahabat terdekat Mandela, tapi juga pejuang hak asasi dengan sejarah panjang untuk membebaskan negerinya dari penindasan rezim apartheid.

Saat pemakaman, Mandela, Kathrada mengatakan: "Hidup saya sekarang hampa dan saya tak tahu kepada siapa sekarang saya menoleh."

Kathrada bergabung dengan Liga Komunis Muda pada usia 12 tahun dan kemudian menjadi anggota Transvaal Indian Congress.

Kathrada dibebaskan dari penjara pada tahun 1989, dan Presiden Mandela kemudian membujuknya untuk bergabung dengannya dalam pemerintahan.

Ahmed Kathrada meninggalkan parlemen pada tahun 1999, tetapi tetap aktif di politik.

Di masa-masa akhir hidupnya, AHmed Kathrada tetap menunjukkan prinsip politiknya yang lurus. Ia antara lain lantang mengkritik haluan terbaru ANC yang dianggapnya melenceng, dan menyerukan Presiden Jacob Zuma untuk mengundurkan diri setelah diterpa berbagai skandal.