Soal negara Palestina, Liga Arab 'mengultimatum' Israel

Liga Arab Hak atas foto AFP
Image caption Para pemimpin Timur Tengah, di antaranya Raja Abdullah dari Yordania dan Raja Salman dari Arab Saudi menghadiri KTT Liga Arab, hari Rabu (29/03).

Para pemimpin Timur Tengah yang tergabung dalam Liga Arab yang tengah menggelar pertemuan di Yordania kembali mengukuhkan dukungan mereka atas pendirian negara Palestina merdeka.

Mereka juga mendesak Israel untuk mundur dari tanah-tanah Arab yang mereka duduki sejak tahun 1967.

Para pemimpin Arab mengatakan, ini harus diwujudkan sebelum ada normalisasi hubungan dengan Israel.

Pernyataan tersebut dikeluarkan satu bulan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pihaknya tak masalah dengan solusi satu atau dua negara, untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Para pendahulu Presiden Trump adalah pendukung solusi dua negara.

Wartawan BBC untuk masalah Timur Tengah, Yolande Knell, mengatakan pernyataan Presiden Trump ini membuat khawatir para pemimpin Arab.

Sejauh ini Presiden Trump belum secara spesifik merumuskan kebijakan luar negeri Washington atas konflik Israel-Palestina, namun menegaskan bahwa solusi dua negara bukan satu-satunya pilihan.

Palestina ingin mendirikan negara dengan wilayah yang terdiri atas Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur, kawasan yang direbut Israel dalam perang pada 1967.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, belum secara resmi 'meninggalkan' solusi dua negara namun tak lagi menyinggung opsi ini dalam pidato-pidato resmi sejak Trump terpilih sebagai presiden AS.

Pernyataan para pemimpin Liga Arab di akhir pertemuan ini mendesak masyarakat internasional untuk tidak memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke kota sengketa Jerusalem.

Beberapa kalangan mengatakan pernyataan ini 'secara khusus' ditujukan ke pemerintah AS yang ingin memindahkan kantor kedutaan AS ke Jerusalem.

Berita terkait