Turki akhiri operasi militer 'Perisai Eufrat' di Suriah

Prot-Turkish fighters on outskirts of Al-Bab (04/02/17) Hak atas foto Reuters
Image caption Pasukan pemberontak Suriah dukungan Turki bergerak untuk menguasai kota Al-Bab yang strategis.

Turki mengatakan telah 'dengan sukses' mengakhiri operasi militer Perisai Eufrat di utara Suriah yang berlangsung selama tujuh bulan.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengumumkan hal itu pada pertemuan dewan keamanan Turki.

Disebutkan, tidak tertutup kemungkinan Turki melancarkan operasi militer baru di masa datang. Dia jua tidak mengatakan apakah pasukan Turki yang sekarang berada di Suriah akan meninggalkan negeri itu.

Turki meluncurkan ofensif militer Agustus lalu untuk mengusir militan dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dari perbatasan sekaligus untuk menghentikan laju pejuang Kurdi di sana.

"Operasi Perisai Eufrat telah berhasil dan selesai. Setiap operasi berikutnya sesudah ini akan memiliki nama yang berbeda," kata Yildirim, Rabu (29/3).

Pada tanggal 24 Agustus 2016, tentara, tank dan pesawat Turki melintasi perbatasan dalam apa yang disebut Ankara sebagai operasi untuk mendesak militan ISIS dari garis perbatasan yang membentang sejauh 100km.

Tentara Turki dan pemberontak Suriah yang didukungnya telah merebut beberapa kota, termasuk Jarablus, dan akhirnya bergerak ke selatan ke kota Al Bab yang strategis.

Operasi militer Turki juga bertujuan untuk mencegah kemungkinan milisi YPG Kurdi menyeberangi Sungai Efrat ke arah barat untuk bergabung dengan pasukan Kurdi yang menguasai sebagian besar daerah di sana.

Ankara khawatir bahwa Kurdi Suriah akan mencoba untuk membangun wilayah berpemerintahan sendiri mirip dengan wilayah otonomi Kurdi Irak.

Mereka menganggap pasukan YPG Suriah merupakan perpanjangan dari kelompok PKK Kurdi, yang telah melancarkan pemberontakan di tenggara Turki selama beberapa dasawarsa.

Berita terkait