Presiden Afsel 'dilarang' ikut pemakaman pejuang Muslim anti apartheid

Pemakaman Ahmed Kathrada dihadiri berbagai tokoh pemerintah dan mantan pejuang -kecuali presiden Zuma. Hak atas foto AFP
Image caption Pemakaman Ahmed Kathrada dihadiri berbagai tokoh pemerintah dan mantan pejuang -kecuali presiden Zuma.

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma tidak turut menghadiri pemakaman pejuang anti apartheid Ahmed Kathrada, atas permintaan keluarga pegiat yang merupakan sahabat Nelson Mandela itu.

Tahun lalu Ahmed Mohamed Kathrada pernah meminta Zuma untuk mengundurkan diri setelah serangkaian skandal korupsinya terungkap.

Mantan Presiden Kgalema Motlanthe mendapat tepuk tangan meriah dari para pelayat saat ia mengulangi seruan Kathrada ini.

Ahmed Kathrada, 87, yang meninggal Selasa (28/3), dimakamkan di Johannesburg.

Semasa hidupnya ia pernah dipenjara bersama Nelson Mandela karena perjuangannya melawan kekuasaan minoritas kulit putih.

 

Hak atas foto Reuters
Image caption Perjuangan panjang Kathrada bersama Nelson mandela adalah mendobrak pemisahan rasial.

Kathrada mendekam lebih dari 26 tahun di penjara sebelum dibebaskan pada tahun 1989. Ia kemudian menjabat sebagai penasihat untuk Presiden Mandela dalam pemerintahan pertama Afrika Selatan yang terpilih secara demokratis.

Zuma telah memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabnung atas kematian Kathrada, dan menunda rapat kabinet agar para pejabat bisa menghadiri pemakaman. 

Namun, Zuma tidak menghadiri pemakaman dan tidak akan menghadiri upacara renungan akhir pekan ini 'sesuai dengan keinginan keluarga mendiang,' kata sebuah pernyataan pemerintah.

Istri Kathrada, Barbara Hogan, juga dikenal sebagai pengecam keras Zuma.

Kathrada adalah anggota dari partai berkuasa, Kongres Nasional Afrika (ANC), yang dipimpin oleh Zuma.

Hak atas foto AFP
Image caption Ahmed Kathrada adalah pejuang Muslim Afrika Selatan yang sempat bergabung dengan Liga Komunis Muda di usia 12 tahun.

Tahun lalu Kathrada menulis kepada Zuma, memintanya untuk mengundurkan diri setelah Mahkamah Agung Afrika Selatan menyatakan bahwa ia telah melanggar konstitusi dengan tidak mengembalikan uang pemerintah yang digunakan untuk memugar rumah peristirahatan pribadinya di Nkandla.

Dalam kasus lain, sebuah pengadilan memutuskan bahwa Zuma harus diadili untuk pasal korupsi terkait sebuah kesepakatan pembelian senjata pada tahun 1999.

Zuma menyangkal semua tuduhan, dan menolak untuk mengundurkan diri.

Hak atas foto EPA
Image caption Ahmed Kathrada dimakamkan dengan upacara penguburan Islam.

Mantan Presiden Kgalema Motlanthe sebagai tokoh yang memberikan sambutan utama di pemakaman mengatakan bahwa 'pada hari seperti ini kita tidak harus berbasa-basi.

Ia membacakan kutipan surat Kathrada kepada Zuma dan mengatakan bahwa Muslim veteran anti-apartheid itu 'sangat resah oleh kegagalan politik pasca-apartheid sekarang ini.'

"Hari ini, Kathrada menutup matanya untuk selamanya. Setelah selama hidupnya, ia membuka mata kita untuk selamanya," kata Motlanthe.

Berita terkait