Pegawai Deplu AS sembunyikan kontak dengan mata-mata Cina

Dia memiliki akses untuk keamanan paling rahasia, dan diwajibkan untuk melaporkan setiap kontak dengan orang yang dicurigai berafiliasi dengan lembaga intelijen asing namun ia tak melakukannya. Hak atas foto AP
Image caption Dia memiliki akses untuk keamanan paling rahasia, dan diwajibkan untuk melaporkan setiap kontak dengan orang yang dicurigai berafiliasi dengan lembaga intelijen asing namun ia tak melakukannya.

Seorang karyawan departemen luar negeri AS yang memiliki akses kepada informasi sensitif dituduh menyembunyikan kontaknya dengan agen intelijen Cina.

Dalam tuntutan pidana disebutkan, Candace Marie Claiborne, yang berusia 60 tahun, menerima puluhan ribu dolar dalam bentuk hadiah.

Ia dituduh menghalang-halangi suatu proses penyelidikan resmi, dan memberikan pernyataan palsu kepada FBI.

Dia ditangkap pada Selasa (28/3). Dan di pengadilan pada hari Rabu (29/3) ia mengaku tidak bersalah.

Claiborne mulai bekerja untuk departemen luar negeri pada tahun 1999 dan pernah bertugas di sejumlah misi di luar negeri, antara lain Irak, Sudan dan Cina.

Dia memiliki akses untuk keamanan paling rahasia, dan diwajibkan untuk melaporkan setiap kontak dengan orang yang dicurigai berafiliasi dengan lembaga intelijen asing, kata departemen kehakiman dalam sebuah pernyataan.

"Claiborne tidak melaporkan kontak yang dilakukannya berulang kali dengan dua agen intelijen dari Republik Rakyat Cina (RRC), padahal agen-agen ini memberinya hadiah bernilai puluhan ribu dolar dan berbagai pemberian lain untuk Claiborne dan keluarganya selama lima tahun," sebut pernyataan itu.

Claiborne dituduh menerima hampir $2.500 (sekitar Rp40 juta) dari seorang agen Cina pada tahun 2011 dengan imbalan informasi tentang kebijakan ekonomi AS terkait Cina.

"Claiborne, yang diduga bercerita kepada teman komplotannya bahwa agen RRC itu adalah 'mata-mata,' sengaja menyesatkan para penyelidik departemen luar negeri tentang kontak yang dilakukannya dengan agen-agen itu," kata pernyataan Departemen Kehakiman.

Disebutkan lebih lanjut, Claiborne "menginstruksikan rekan sekomplotannya untuk menghapus bukti-bukti yang mengaitkannya dirinya dengan agen-agen (Cina)" setelah ia dihubungi oleh departemen luar negeri dan FBI.

Claiborne tampil pertama kalinya di pengadilan Distrik Columbia, Rabu. Sebuah sidang pendahuluan ditetapkan akan dilakukan 18 April. Hukuman penjara maksimum untuk orang yang dinyatakan bersalah menghalangi sebuah proses penyelidikan resmi adalah 20 tahun. Sementara untuk pernyataan palsu ke FBI, hukuman maksimumnya lima tahun.

Departemen luar negeri belum mengomentari kasus ini, yang kebetulan terungkap menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping minggu depan.

Topik terkait

Berita terkait