Regu penyelamat cari kru kapal yang karam secara misterius

stellar daisy Hak atas foto NSRI
Image caption Stellar Daisy terlibat dalam operasi penyelamatan awal kapal yang sakit di Afrika Selatan pada 2014.

Regu penyelamat masih berupaya menemukan korban selamat dari kapal Korea Selatan yang karam secara misterius di Samudera Atlantik.

Sejak kapal Stellar Daisy karam, yang diyakini terjadi pada Jumat (31/03), baru dua awak yang diselamatkan.

Regu penyelamat menemukan jejak bahan bakar, puing-puing, dan sekoci, namun keberadaan 22 anggota kru lainnya belum diketahui, sebut sumber pemerintah Korsel kepada kantor berita Yonhap.

"Semakin banyak jam yang terlewati, makin kecil peluang menemukan mereka," kata Gaston Jaunsolo, juru bicara Angkatan Laut Uruguay kepada kantor berita Reuters.

Stellar Daisy, yang masuk kategori kapal pengangkut sangat besar (VLOC), mengangkut 260.000 ton bijih besi dari Brasil ke Cina. Kapal itu diawaki 16 pelaut asal Filipina dan delapan lainnya dari Korsel.

Kabar terakhir kapal itu dikirim seorang awak kepada pemilik kapal di Korsel melalui pesan singkat ponsel. Isi pesan adalah pemberitahuan bahwa kapal tersebut kemasukan air.

Belakangan, menurut Jaunsolo, kapal itu terbelah dua dan tenggelam sekitar 3.700 kilometer lepas pantai Uruguay.

Dua awak asal Filipina, yang ditemukan mengapung menggunakan sekoci, mengaku kepada aparat Urguay bahwa kapten mereka memberitahu kru "air memasuki kapal" dan kapal terbelah.

Belum diketahui penyebab hal itu. "Hari itu bukan hari yang sulit untuk bernavigasi," kata Jaunsolo sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Hingga saat ini aparat Brasil dan Argentina, serta kapal-kapal dagang yang dimiliki perusahaan pelayaran Polaris Shipping, ambil bagian dalam upaya pencarian.

Berita terkait