Protes pembunuhan wartawannya, koran Meksiko mogok terbit

Para pegiat menyatakan bahwa Meksiko merupakan salah satu negeara pali berbahaya bagi wartawan. Hak atas foto Reuters
Image caption Para pegiat menyatakan bahwa Meksiko merupakan salah satu negeara pali berbahaya bagi wartawan.

Sebuah surat kabar lokal di Meksiko melakukan aksi mogok terbit untuk memprotes pembunuhan terhadap seorang wartawannya.

Harian Norte de Ciudad Juarez yang terbit di kota Chihuahua itu menyebut, edisi hari Minggu (2/4) akan merupakan edisi terakhir mereka, namun edisi online akan tetap beroperasi.

Disebutkan, kekerasan terhadap jurnalis dan tidak adanya hukuman bagi pelakunya memaksa mereka melakukan mogok terbit.

Miroslava Breach, seorang wartawan mereka, tewas ditembak bulan lalu.

Miroslava Breach, adalah satu dari tiga wartawan yang dibunuh di Meksiko sepanjang Maret.

Breach banyak menulis laporan tentang kaitan antara kejahatan terorganisasi dan para politikus di Chihuahua untuk harian Norte de Ciudad Juarez terbitan Chihuahua dan La Jornada, koran nasional terbitan Mexico City.

Breach ditembak delapan kali saat berada di dalam mobilnya di luar rumahnya di Chihuahua.

Hak atas foto Reuters
Image caption Miroslava Breach adalah jurnalis ketiga di Meksiko yang terbunuh sepanjang bulan Maret.

Salah satu anaknya berada di mobil itu, namun tak mengalami luka.

Seorang penembaknya meninggalkan catatan yang berbunyi: 'untuk mulut lancang..'

Hak atas foto Reuters
Image caption Para wartawan beraksi di jalanan untuk memprotes pembunuhan Breach di jalanan tempat wartawan itu terbunuh.

Oscar Cantu, editor Norte de Ciudad Juarez, mengatakan: "Tak ada jaminan ataupun keamanan untuk menjalankan jurnalisme yang kritis dan berimbang."

"Segala hal dalam kehidupan ada awal dan akhir, dan harga yang harus dibayar. Dan jika harganya adalah hidup, saya tak siap untuk membiarkan para sejawaat saya membayarnya, saya pun tak siap untuk membayarnya juga," katanya.

Sejak 1982, sudah 35 orang wartawan tewas dibunuh di Meksiko karena liputan mereka. Bahkan, seperempatnya disiksa terlebih dahulu, kata Komite Perlindungan Jurnalis (Committee to Protect Journalists, CPJ). Tiga orang lagi tewas dalam peliputan berbahaya.

Pada periode yang sama, 50 jurnalis lain tewas dalam peristiwa yang tak jelas motifnya.

Bulan lalu, gubernur Chihuahua mengatakan bahwa pemerintah (daerah) tak punya perangkat untuk menindak kejahatan teroganisasi.

Dikatakannya, ia sudah meminta pemerintah pusat untuk membantu polisi dalam menindak kartel-kartel obat bius.

Topik terkait

Berita terkait