Kecaman internasional atas dugaan serangan kimia Suriah

Suriah, kimia, Hak atas foto EPA/MOHAMMED BADRA
Image caption Menlu AS, Rex Tillerson, menyebut yang diduga serangan kimia sebagai tindakan brutal dan barbar.

Gedung Putih mengatakan 'keyakinan' bahwa pemerintah Presiden Bashar al-Assad berada di belakang yang tampak sebagai serangan kimia yang menewaskan sedikitnya 58 orang di sebelah barat daya Suriah.

Dalam pernyataanya, Presiden Donald Trump mengecam yang disebutnya sebagai 'tindakan keji' oleh rezin Bashar al-Assad.

Sementara Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson, menyebutnya sebagai tindakan brutal dan barbar.

"Jelas bahwa beginilah Bashar al-Assad beroperasi, dengan brutal dan barbarisme yang tidak tahu malu," tegasnya.

Pemerintah Inggris, Prancis, dan beberapa negara lainnya, serta PBB juga mengecam serangan yang jika terbukti merupakan serangan kimia yang paling mematikan sepanjang perang saudara di Suriah yang berkecamuk sejak awal 2011 lalu.

Dewan Keamanan PBB, hari Rabu (05/04) akan menggelar sidang darurat untuk membahas yang diduga serangan kimia ini.

Hak atas foto EPA/MOHAMMED BADRA
Image caption Sejumlah korban dilaporkan muntah, tercekik dan mengeluarkan busa di mulutnya.

Laporan-laporan dari Suriah utara menyebutkan setidaknya 58 orang meninggal dunia dalam serangan yang dicurigai sebagai serangan gas di Provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak.

Kelompok pemantau Suriah yang berkantor di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan sebagian besar orang yang meninggal dunia dalam serangan udara itu adalah penduduk sipil.

Disebutkan serangan terjadi di Khan Sheikhoun yang diduga dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah atau militer Rusia yang membantu militer Suriah.

Hak atas foto AFP
Image caption Para petugas medis di Idlib mengatakan sebagian korban serangan adalah anak-anak.

Pemerintah Suriah berkali-kali menepis tudingan bahwa militernya menggunakan senjata kimia.

Kelompok Syrian Observatory for Human Rights mengutip sumber-sumber medis di Khan Sheikhoun yang menyebutkan terdapat 11 anak-anak yang meninggal dunia. Adapaun mereka yang terdampak serangan yang diduga kimia mengalami gejala-gejala seperti muntah-muntah, pingsan dan mengeluarkan busa dari mulut.

Orang yang bertanggung jawab mengoperasikan layanan ambulans di Idlib, Mohammed Rasoul, mengatakan kepada BBC Bahasa Arab bahwa ia menerima kabar tentang serangan udara sekitar pukul 06.45 waktu setempat pada Selasa (04/04).

Hak atas foto AFP
Image caption Pihak oposisi Suriah menuntut Dewan Keamanan PBB segera melakukan investigasi.

Ketika tiga mobil ambulansnya tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian, petugas medis mendapati warga dalam kondisi sesak nafas di jalan, kata Rasoul.

"Tim kami masih berada di sana, memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain karena rumah sakit penuh."

"Saya berkomunikasi dengan tim saya dan mereka baik-baik saja, tetapi kondisi di sana sangat buruk dan sebagian besar dari mereka yang menderita adalah anak-anak," tambahnya.

Hak atas foto AFP
Image caption Kelompok Syrian Observatory belum dapat menentukan jenis bahan kimia yang dijatuhkan di daerah Khan Sheikhoun.

Pusat Media Edlib, yang mendukung oposisi, mengunggah banyak foto tentang warga yang tengah mendapat perawatan. Foto-foto mereka juga menunjukkan mayat dari setidaknya tujuh anak di atas truk pick up. Sejauh ini foto-foto tersebut belum bisa diverifikasi kebenarannya.

Jika serangan ini memang serangan gas, maka serangan kali ini tercatat sebagai salah satu serangan kimia yang paling banyak merenggut korban jiwa di Suriah sejak pecah perang saudara enam tahun lalu.

Topik terkait

Berita terkait