Pertama kali, Taiwan berencana buat kapal selam untuk pertahanan

Kapal selam Hak atas foto Reuters
Image caption Kapal selam tampak berada di Pangkalan Laut Kaohsiung, Taiwan, pada Maret 2017.

Taiwan mengukuhkan bahwa pihaknya berencana membuat sendiri delapan kapal selam untuk memperkuat armada guna mempertahankan diri dari kemungkinan ancaman Cina.

Program produksi kapal selam dalam negeri ini baru pertama kalinya ditempuh Taiwan karena selama ini menggantungkan pembelian perlengkapan militer dari Amerika Serikat.

Namun pembelian senjata dari Amerika Serikat mengalami penurunan belakangan ini karena Cina menyampaikan keberatan kepada Amerika. Cina menganggap Taiwan sebagai provinsi yang membangkang dan menghendaki menyatu dengannya.

"Dalam proyek kapal selam asli, kami berharap dapat membuat delapan kapal selam," kata Kepala Staf Angkatan Laut Lee Tsung-hsiao kepada parlemen pada Rabu (05/04) sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Reuters.

Hak atas foto TAIWAN PRESIDENTIAL OFFICE / HANDOUT via EPA
Image caption Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memberikan selamat kepada presiden terpilih Donald Trump pada Desember 2016 yang membuat Cina marah.

Perusahaan negara yang bergerak di bidang kapal, CSBC, dikontrak untuk memproduksi kapal selam tersebut. Rancangan awal kapal selam ditargetkan rampung pada awal tahun 2018. Taiwan sejauh ini belum pernah membuat kapal selam sendiri.

Kapal selam pertama yang diproduksi sendiri itu ditaksir dapat dioperasikan dalam waktu 10 tahun ini.

Armada kapal selam Taiwan yang ada sekarang terdiri dari empat kapal yang sudah tua, dua dibeli dari Belanda dan dua lagi dibeli dari Amerika Serikat. Dua kapal selam buatan Amerika tersebut berasal dari era Perang Dunia Kedua.

Kepastian proyek pembuatan kapal selam dalam negeri Taiwan diungkap menjelang pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump, di klub Mar-a-Lago, Florida pekan ini.

Dalam pertemuan kedua pemimpin, perdagangan akan menjadi tema utama tetapi masalah Korea Utara dan Taiwan juga diperkirakan akan dibahas.

Topik terkait

Berita terkait