Kelompok pemberontak ETA 'mulai menyerahkan senjata'

ETA Hak atas foto Getty Images
Image caption Di masa kekuasaan rezim Franco, banyak anggota kelompok militan ETA yang ditangkap di Spanyol dan Prancis.

Kelompok militan Basque, ETA, telah mulai menyerahkan senjata dan bahan peledak di Prancis selatan, menjelang proses perlucutan senjata secara penuh yang akan diumumkan Sabtu.

Salah-seorang tokoh penting ETA, Txetx Etcheverry mengatakan beberapa senjata telah diserahkan kepada otoritas Prancis.

Namun demikian, dia tidak memberikan rincian tentang jenis senjata yang diserahkan, dengan alasan rincian itu masih "rahasia".

ETA mengatakan akan menyerahkan semua senjata dan bahan peledak.

Sepanjang 40 tahun, kelompok bersenjata ETA telah menewaskan lebih dari 800 orang dan melukai ribuan orang untuk mencapai tujuan mereka yaitu memerdekakan etnis Basque dari Spanyol dan Prancis.

Kelompok ini menyatakan gencatan senjata pada tahun 2011, tetapi tidak pernah mau melucuti senjatanya. Spanyol sejauh ini menolak untuk bernegosiasi dengan ETA.

Sumber-sumber di Spanyol mengatakan kepada Kantor berita AFP bahwa kelompok separatis ini diyakini telah memberikan rincian kepada pihak berwenang Prancis tentang keberadaan tempat persembunyian senjata milik mereka yang tersisa.

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga Basque menyambut rencana penyerahan senjata ETA dengan suka cita.

Janji untuk melucuti senjata itu terungkap dalam sebuah surat yang diperoleh BBC yang membenarkan laporan sebelumnya tentang rencana perlucutan senjata ETA.

Surat bertanggal 7 April itu mengatakan bahwa "setelah menyerahkan semua persenjataannya (senjata dan bahan peledak), perwakilan masyarakat sipil Basque (ETA) sekarang bukan lagi kelompok bersenjata.

"Kami ingin memperingatkan bahwa proses perdamaian ini dapat terciderai oleh orang-orang yang tidak menginginkan perdamaian. Satu-satunya jaminan agar semuanya berjalan lancar adalah mendukung proses perlucutan senjata," demikian petikan surat tersebut.

Dalam keterangan pers hari Jumat, Juru bicara pemerintah Spanyol, Inigo Mendez de Vigo mengatakan ETA "tidak akan mendapatkan kompensasi apapun dari negara demokratis seperti Spanyol".

Dia menuntut kelompok itu tidak hanya melucuti senjatanya, tetapi juga memperjelas siapa yang harus bertanggungjawab atas segala serangan kekerasan yang dilakukan ETA di masa lalu.

Image caption Surat yang diterima BBC membenarkan berita sebelumnya yang menyebutkan ETA akan berjanji melucuti senjata.

Dalam beberapa tahun terakhir, Polisi Prancis dan Spanyol telah melakukan tekanan terhadap kelompok ini, menangkap ratusan anggotanya yang militan, termasuk tokoh-tokoh pemimpinnya, serta menyita banyak senjata.

Media Spanyol mengabarkan bahwa ETA kemungkinan tidak memiliki banyak senjata yang tersisa, menyusul langkah kepolisian yang dianggap berhasil menekan kelompok tersebut.

ETA didirikan lebih dari 50 tahun yang lalu ketika Spanyol dikuasai diktator Jenderal Franco.

Kasus pembunuhan pertama yang diduga dilakukan ETA terjadi pada 1968, ketika seorang Kepala polisi rahasia Spanyol, Meliton Manzanas, ditembak mati di Kota San Sebastian di wilayah Basque.

Berita terkait