Krisis Suriah: AS 'kecewa' terhadap sikap Rusia

suriah Hak atas foto Reuters
Image caption Foto yang dirilis Pentagog memperlihatkan sasaran serangan rudal AS di pangkalan udara Suriah.

Pemerintah Amerika Serikat mengaku "kecewa tetapi tidak terkejut" atas sikap Rusia yang mempertanyakan serangan rudal AS di pangkalan udara Suriah yang dicurigai menyimpan senjata kimia.

Sedikitnya enam orang dilaporkan telah tewas dalam serangan rudal AS pada Jumat pagi.

Rusia, yang merupakan sekutu Suriah, telah menuduh AS mendorong "terorisme" dengan tindakan sepihaknya.

"Saya kecewa atas respon Rusia," kata Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson.

"Ini menunjukkan dukungan mereka atas rezim Assad dan, khususnya, dukungan mereka terus berlanjut saat rezim ini melakukan serangan keji terhadap rakyatnya sendiri," tegasnya

"Jadi saya merasa sangat kecewa, tapi, sayangnya, saya harus memberitahu Anda, sikap Rusia ini tidak mengejutkan," tambahnya.

Moskow sejauh ini telah berjanji untuk memperkuat pertahanan anti-pesawat di wilayah Suriah.

Sebelumnya, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, memperingatkan bahwa AS mungkin akan mengambil tindakan lebih lanjut setelah pihaknya melakukan serangan rudal ke pangkalan udara Suriah yang diduga menggunakan senjata kimia.

Nikki Haley mengatakan negaranya tidak akan berdiam diri ketika senjata kimia digunakan, tetapi Suriah dan Rusia menuduh serangan rudal AS tidak akan membantu tujuan dalam perang melawan terorisme.

Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas akibat serangan rudal AS pada Jumat pagi, walaupun AS sebelumnya menyakini serangan rudal itu semata untuk menghancurkan pangkalan udara Suriah.

Image caption Rudal Tomahawk yang ditembakkan AS ke pangkalan udara Suriah di dekat wilayah Homs, Suriah.

Serangan rudal dilakukan AS karena pangkalan itu digunakan untuk meluncurkan serangan senjata kimia yang menewaskan puluhan warga sipil pada Selasa.

Keterangan kelompok oposisi yang berpusat di Provinsi Idlib, serangan udara Rusia-Suriah telah menewaskan 89 orang, termasuk 33 bocah dan 18 perempuana, tewas.

Pihak Rusia dan Suriah juga dituduh menggunakan senjata kimia saat menyerang wilayah Khan Sheikhoun, yang dikuasai kelompok pemberontak. Sejauh ini Suriah membantah menggunakan senjata kimina.

Dalam Sidang darurat Dewan Keamanan PBB, Nikki Haley mengatakan tindakan AS itu untuk memastikan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak akan menggunakan senjata kimia lagi.

Berita terkait