Iran: 'Teroris rayakan serangan AS ke Suriah'

A woman with a baby in a crowd of protesters Hak atas foto EPA
Image caption Warga Suriah berunjuk rasa di depan kantor-kator PBB di Damaskus, ibukota Suriah.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan 'para teroris merayakan' serangan AS ke pangkalan udara Suriah.

Sementara itu Menteri Pertahanan Inggris Sir Michael Fallon menyebut bahwa sebagai pendukung Suriah, Rusia 'bertanggung jawab atas setiap kematian akibat serangan kimia di Suriah.'

Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas dalam serangan rudal AS Jumat dini hari.

Serangan itu merupakan pembalasan terhadap dugaan serangan kimia Rabu pekan lalu di kota Khan Sheikhoun, yang dikuasai pemberontak, yang dilaporkan menewaskan 89 orang.

Militer Suriah membantah menggunakan bahan kimia apapun, sementara sekutunya Rusia mengatakan - tanpa memberikan bukti - bahwa yang terjadi adalah, serangan udara SUriah menghantam sebuah fasilitas penyimpanan senjata kimia pihak pemberontak.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson yang membatalkan kunjungan ke Moskow, mengatakan situasi telah berubah 'fundamental' dan ia akan bekerja dengan AS dalam mewujudkan gencatan senjata.

Pada hari Sabtu, di Suriah ibukota Damaskus dan di seluruh dunia, sejumlah kalangan memprotes serangan udara, menegaskan bahwa seharusnya AS tidak berperang dengan Suriah.

Menteri Pertahanan Inggris Sir Michael Fallon dalam artikelnya di Sunday Times, mengatakan bahwa Kremlin sebagai 'pendukung utama' rezim Presiden Bashar al-Assad, bertanggung jawab 'secara tidak langsung' atas dugaan serangan kimia itu.

Sebalumnya ia menyebut bahwa dugaan serangan itu 'barbar, amoral dan ilegal" dan menyebut bahwa serangan udara AS merupakan 'tindakan yang tepat.'

Apa yang dikatakan Presiden Iran?

Dalam pidato yang disiarkan saluran televisi pemerintah, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan: "Orang yang kini berkuasa di Amerika mengaku bahwa ia ingin memerangi terorisme Tapi hari ini, semua teroris di Suriah merayakan serangan AS ini..

"Mengapa Anda membantu kelompok-kelompok teroris dan mendukung mereka dalam aksi pertama Anda?"

Tapi Rouhani mendukung seruan untuk dilakukannya penyelidikan independen terhadap dugaan serangan senjata kimia itu.

Iran menggunakan istilah 'kelompok teroris' untuk merujuk kepada berbagai pemberontak yang berperang melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang sebagian di antaranya didukung AS.

Hak atas foto Handout from Iranian government
Image caption Presiden Rouhani mengatakan 'orang-orang yang ias' tidak boleh terlibat dalam penyelidikan dugaan serangan kimia di rusia, dan tidak boleh dipimpin AS.

AS memasok senjata, pelatihan dan bantuan militer untuk apa yang mereka sebut kelompok pemberontak 'moderat' Suriah. Mereka memimpin koalisi yang melakukan serangan udara terhadap kelompok-kelompok jihad di Suriah sejak 2014, tapi ini adalah pertama kalinya serangan itu menyasar pasukan pemerintah.

Pada hari Sabtu, Rusia meminta AS untuk memberikan bukti pada tudingannya bahwa ada senjata kimia di lokasi kejadian.

Juru bicara kementerian pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan: "Tak satu pun orang yang berada di lapangan terbang mengenakan masker gas dan mereka semua merasa normal."

"Karenanya pertanyaan yang muncul adalah: Siapa yang sekali lagi menyusupkan apa yang disebut sebagai 'bukti' kepada seorang presidan AS yang lain, tentang adanya 'senjata kimia' di negara yang Washington berkeberatan, dan apa sebenarnya itu?"

"Satu-satunya cara memperoleh bukti yang obyektif dari dugaan adanya zat beracun di Shayrat dan menyampaikannya kepada seluruh masyarakat dunia adalah dengan mengirim misi para ahli profesional ke sana."

Berita terkait