'Berton-ton senjata' dan sejumlah hal tentang ETA

Para ahli senjata memeriksa wadah-wadah berisi senjata dan amunisi di kawasan Basque Prancis. Hak atas foto Reuters
Image caption Para ahli senjata memeriksa wadah-wadah berisi senjata dan amunisi di kawasan Basque Prancis.

Polisi Perancis menemukan hampir 3,5 ton senjata, bahan peledak dan berbagai bahan lainnya dalam delapan wadah yang diserahkan oleh kelompok separatis Basque ETA.

Perdana Menteri Bernard Cazeneuve mengatakan senjata-senjata itu akan dihancurkan.

ETA yang mengaku telah menyerahkan semua senjata mereka- menewaskan lebih dari 800 orang dalam sekitar 40 tahun upaya untuk memperjuangkan sebuah negara Basque merdeka di suatu wilayah yang kini masuk Perancis dan Spanyol.

Cazeneuve memuji langkah itu tapi Spanyol menyerukan ETA untuk membubarkan diri.

ETA mengumumkan gencatan senjata pada tahun 2011 tetapi tidak melucuti persenjataan.

Yang diserahkan kepada Prancis itu terdiri dari 120 senjata api, tiga ton bahan peledak dan beberapa ribu butir amunisi, kata juru bicara Artisans of Peace, kelompok yang menjadi perantara ETA dan otoritas Perancis.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pengumuman ETA disambut demonstrasi ribuan orang di Bayonne, Prancis, yang mendukung perdamaian.

Senangkah Prrancis dan Spanyol?

"Pemerintah tidak akan mengubah posisinya: teroris tidak bisa mengharapkan perlakuan istimewa (seperti) impunitas, apalagi untuk kejahatan mereka," kata Perdana Menteri Spanyol Mario Rajoy dalam sebuah pernyataan.

Meskipun posisi mereka lemah, ETA dan pendukung politiknya sekarang menginginkan sebentuk konsesi, seperti memindahkan para tahanan Basque ke penjara di daerah Basque, tetapi tidak ada tanda-tanda pemerintah akan mengabulkannya.

Perdana Menteri Prancis mengatakan peristiwa itu adalah "langkah yang menentukan menuju akhir terorisme separatis Basque."

"Apakah perlucutan senjata tersebut, efektif dan total, akan diketahui nanti," tambah Cazeneuve.

Ribuan orang bergabung dengan unjuk rasa pro-ETA di Bayonne untuk menandai "Hari Perlucutan" pada hari Sabtu sore (08/04).

Apakah ETA?

Kelompok ini didirikan lebih dari 50 tahun yang lalu di Spanyol era diktator Jenderal Franco, yang menindas Basque secara politik dan budaya.

Tujuan ETA adalah mendirikan sebuah negara Basque merdeka di kawasan Basque yang sekarang merupakan wilayah Perancis dan Spanyol.

Pembunuhan pertama yang diketahui dilakukan oleh ETA adalah pada tahun 1968, ketika seorang kepala polisi rahasia ditembak mati di kota San Sebastian, wilayah Basque.

Perancis dan Spanyol menolak untuk bernegosiasi dengan ETA, yang masuk daftar hitam Uni Eropa sebagai organisasi teroris.

Bagaimana kisahnya hingga sampai titik ini?

Lamban, dan dengan banyak awal yang salah.

ETA menggunakan kawasan barat daya Prancis sebagai kubu, meskipun sebagian besar operasinya dilancarkan terhadap sasaran Spanyol di wilayah Spanyol. Kelompok ini juga menewaskan sejumlah polisi Prancis, kendati sebagian besar terjadi dalam penggerebekan polisi pada kelompok itu.

Gencatan senjata pertama dinyatakan ETA tahun 1998, tetapi ambruk pada tahun berikutnya. Pernyataan senada pada tahun 2006 hanya berlangsung dalam hitungan bulan, berakhir ketika ETA mengebom sebuah tempat parkir bandara, menewaskan dua orang.

Empat tahun kemudian, pada tahun 2010, ETA mengumumkan tidak akan lagi melakukan serangan, dan pada bulan Januari 2011 mengumumkan gencatan senjata permanen yang 'bisa diverifikasi secara internasional,' tapi menolak untuk melakukan perlucutan senjata.

Dalam beberapa tahun belakangan, polisi Prancis dan Spanyol menangkapi ratusan tokoh ETA dan menyita banyak senjata mereka.

Sayap politik ETA, Herri Batasuna, dilarang oleh pemerintah Spanyol, dengan alasan bahwa kedua kelompok terkait secara erat.

Berita terkait