Bom di dua Gereja Koptik Mesir, 31 tewas, tak ada korban WNI

Ledakan pertama saat Minggu Palma itu terjadi dalam gereja Mar Girgis di Tanta Hak atas foto EPA
Image caption Ledakan pertama saat Minggu Palma itu terjadi dalam gereja Mar Girgis di Tanta.

Sedikitnya 31 orang tewas dan puluhan luka dalam serangan bom di dua di gereja koptik Mesir.

Enam orang tewas ketika ledakan menghantam bagian kuar Gereja Koptik St. Markus di Iskandariyah, ata sumber-sumber pemerintah.

Paus Tawadros II, kepala Gereja Koptik, sedang menghadadiri misa di dalam gereja saat terjadi serangan itu.

Dalam ledakan sebelumnya di Gereja Mar Gigris atau St. George di kota Tanta, yang terpisah sejauh 120 km, 25 orang tewas.

Menurut laporan media, Paus Tawadros tidak terluka. Menurut sekretarisnya, serangan di Iskandariyah dilakukan olehs eorang pembom bunuh diri.

Ledakan itu terjadi saat kaum Kristen Koptik merayakan Minggu Palma, salah satu hari paling suci dalam kalender Kristen, menandai masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem.

Setelah ledakan di Tanta, gubernur provinsi, Ahmad Deif mengatakan kepada saluran telebisi Nil: "Bisa jadi bom itu sudah dipasang di dalam gereja, atau pembom bunuh diri yang meledakkan diri,"

Dikutip AFP, Jenderal Tarek Atiya, juru bicara kementerian dalam negeri Mesir, mengatakan bahwa ledakan di Tanta terjadi dekat altar.

Aparat melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya bom atau bahan peledak lain.

"Sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yang jadi korban pada peristiwa tersebut," kata Duta Besar Indonesia di Mesir, Helmy Fauzi.

Hak atas foto Reuters
Image caption Katedral Koptik di Kairo's rusak dalam serangan bom Desember tahun lalu.

Kekerasan terhadap kaum Kristen Koptik telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Mesir, terutama sejak 2013, ketika militer menggulingkan presiden terpilih, Mohammad Morsi dan melancarkan tindakan keras terhadap kalangan Islam radikal.

Sejumlah kalangan pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi, yang berasal dari Ikhwanul Muslimin, menuding kaum Kristen mendukung penggulingan tersebut.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Situasi sekitar lokasi ledakan.

Pada bulan Desember tahun lalu, 25 orang tewas akibat serangan bom yang meledak di sebuah katedral Koptik di Kairo saat misa kebaktian.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, bulan Februari lalu, mengancam akan melancarakan lagi serangan terhadap orang-orang Koptik, yang mencakup sekitar 10% dari penduduk Mesir.

Pada tanggal 1 April, sebuah ledakan di luar sebuah pusat pelatihan polisi di kota Tanta melukai 16 orang.

Topik terkait

Berita terkait