Setiap berlibur ke Mar-a-Lago, Donald Trump diperkirakan habiskan Rp43 miliar

Donald Trump Hak atas foto AFP
Image caption Hello Florida: Presiden Trump kerap kali terbang ke Mar-a-Lago hampir setiap akhir pekan sejak ia terpilih jadi presiden.

Sejak menjabat presiden Amerika Serikat tiga bulan lalu, Donald Trump sering menghabiskan akhir pekan di kompleks peristirahatan miliknya, Mar-a-Lago.

Setelah resmi dilantik menjadi presiden, Trump terhitung sudah menghabiskan tujuh akhir pekan di Mar-a-Lago, resor yang ia beli pada 1985 dan berubah menjadi tempat khusus untuk para anggota klub. Kompleks itu terletak di Palm Beach, wilayah pesisir pantai yang bermandikan matahari.

Kunjungan Trump ke sana membuat gusar para pembayar pajak dan menimbulkan pertanyaan tentang campur aduknya bisnis dan politik.

Pada Kamis (6/4) ia kembali mengunjungi tempat berjuluk 'Gedung Putih Musim Dingin' itu guna menjamu Presiden China, Xi Jinping. Jalan-jalan ditutup, para petugas dinas rahasia berkerumun, dan kapal perang Angkatan Laut berpatroli.

Aktivitas Trump tersebut membuat gusar penduduk setempat, salah satunya adalah Jorge Gonzales.

Gonzales, 35 tahun, menjalankan sebuah perusahaan kecil, Skywords Advertising, dan bidang usahanya betul-betul terbatas di udara. Maka ketika presiden melakukan kunjungan dan menerapkan zona larangan terbang sejauh 16 kilometer, Gonzalez hanya bisa termangu.

"Dulu, kalau ia datang untuk berakhir pekan di sini, kami harus menghentikan usaha kami," kata Gonzalez, yang mempekerjakan tiga pilot lainnya. "Dan sekarang itu dilakukannya setiap akhir pekan."

"Sekitar 97% bisnis saya berlangsung setiap akhir pekan, dan saya meraup penghasilan sebesar 80% antara bulan Januari dan Mei," katanya. "Kami diperingatkan sebelumnya bahwa Trump akan datang sebulan sekali. Dan kami tidak pernah membayangkan ia akan datang setiap akhir pekan."

Gonzalez memperkirakan ia mengalami kerugian sekitar US$65.000 (atau Rp865 juta) dan kehilangan sejumlah kliennya sejak Trump menjabat sebagai presiden.

"Pada tingkat bisnis seperti ini kami mungkin masih bisa bertahan hingga musim panas," katanya, "tapi saya tidak bisa membayangkan apakah perusahaan kami bisa bertahan hingga lewat musim panas."

Biaya kunjungan

Hak atas foto Getty Images
Image caption Government Accountability Office (GAO) memerinci jumlah biaya yang dikeluarkan oleh kepolisian setempat dan bisnis-bisnis lainnya saat Trump datang ke Mar-a-Lago

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi berapa biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan akhir pekan Trump ini. Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) baru saja mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengkaji.

Tapi diperkirakan biaya perjalanan Trump yang berasal dari para pembayar pajak akan mencapai US$3,3 juta (atau sekitar Rp43 miliar) per kunjungan, jika didasarkan pada anggaran perjalanan serupa yang dulu dilakukan oleh Barack Obama.

Namun, berbeda dengan presiden-presiden AS sebelumnya yang selama beberapa dasawarsa menjamu kepala negara asing di Camp David, Trump enggan berlibur di tempat yang berlokasi di Negara Bagian Maryland ini.

"Camp David suasananya sangat pedesaan, sangat bagus, Anda akan menyukainya," katanya kepada wartawan. "Tahukah Anda, berapa lama Anda akan menyukainya? Sekitar 30 menit," cetus Trump

Trump kemudian hijrah ke Florida hampir setiap akhir pekan, melonjakkan dana anggaran sekitar US$23 juta (atau sekitar Rp306 miliar) selama 10 minggu. Ditambah lagi, istrinya, Melania, dan putra mereka, Barron, memutuskan untuk tetap tinggal di Manhattan sehingga menelan dana negara untuk keamanan sekitar US$58 juta (atau sekitar Rp772 miliar) per tahun, menurut Kepolisian New York.

Dulu, sebagai seorang warga negara biasa, Trump mengkritik Obama terkait biaya-biaya perjalanan kepresidenannya. Namun, ketika kini Trump menduduki kursi kepresidenan, kritik itu berbalik ke arahnya.

Analisa yang dilakukan oleh lembaga pengawas berhaluan konservatif Judicial Watch, Obama menghabiskan biaya sebesar US$97 juta (atau sekitar Rp1,3 tiliun) untuk biaya perjalanannya selama delapan tahun pemerintahannya. Angka ini bisa dilampaui Trump dengan mudah pada tahun pertama kepresidenan jika ia terus bepergian seperti sekarang.

Hak atas foto TWITTER
Image caption Dalam cuitan Twitternya, Donald Trump kerap mengkritik biaya liburan yang dikeluarkan Obama, yang disebutkannya senang menghamburkan uang pembayar pajak.
Hak atas foto TWITTER
Image caption Trump juga mengolok-olok dengan mengatakan bahwa motto Obama adaah bahwa kalau ia tidak melakukan liburan yang dibiayai para pembayar pajak, maka teroris akan menang.

Dampak kunjungan Trump

Jorge Gonzalez bukanlah satu-satunya orang yang merasa terjepit di Palm Beach akibat kunjungan Trump. Ketika presiden terbang ke sana untuk berakhir pekan, biaya yang dikeluarkan oleh kepolisian setempat dan kantor pemerintahan setempat untuk membayar uang lembur mencapai sekitar US$85.000 (sekitar Rp1 miliar) per hari.

Di sisi lain, berbagai usaha kecil dan menengah, mulai dari bisnis penjualan pakaian terjun payung sampai ke restoran-restoran, mengaku kehilangan pendapatan ribuan dolar.

"Kunjungan-kunjungan itu berdampak besar pada anggaran kami," kata Paulette Burdick, wali kota Palm Beach County. "Kami paham sepenuhnya kebutuhan untuk melindungi presiden, tapi tidak adil jika biayanya dibebankan pada para pembayar pajak. Dan banyak orang di sini yang merasa seperti itu."

Untuk membayar uang lembur karena kunjungan Trump, wilayah ini harus melakukan penghematan anggaran, kata Burdick, antara lain dengan memangkas dana untuk taman-taman, pemeliharaan gedung dan bantuan bagi tunawisma.

Biaya Keanggotaan Trump Club

Burdick sudah dua kali mengirimkan surat kepada pemerintahan Trump meminta penggantian biaya-biaya itu.

"Sampai saat ini, kami belum mendapat tanggapan," katanya. "Saya punya daftar panjang tentang hal-hal apa saja yang ingin saya katakan kepada Presiden Trump," tambahnya, "Namun tentang hal ini, saya hanya ingin meminta ia mengganti uang kami."

Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer, berkilah, presiden hanya menggunakan Mar-a-Lago untuk keperluan penting semata. Ia mengatakan pada bahwa Trump tidak akan memberikan ganti rugi kepada Palm Beach County, dengan alasan bahwa presiden sudah memberikan 'sumbangan yang cukup besar' kepada pemerintah federal dengan tidak mengambil gajinya sebesar US$400.000 (atau sekitar Rp5 miliar) per tahun.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pengawas konservatif Judicial Watch memerinci biaya pengawalan Ibu Negara, Melania Trum beserta putranya, Barron di Trump Tower.

Lalu ada kekisruhan soal etika. Mar-a-Lago menjadi tempat beradunya konflik kepentingan. Mar-a-Lago merupakan klub swasta yang beranggotakan hampir 500 orang. Di sana presiden menjamu para tamu negara dan berbaur dengan para eksekutif, miliarder, dan pengembang real estate, yang semuanya telah membayar sebesar US$200.000 (atau sekitar Rp2,6 miliar) untuk menjadi anggota Trump Organization.

Biaya itu naik 100% dari ongkos pendaftaran semula yang mencapai US$100.000 (atau sekitar Rp1,3 miliar) setelah Trump menjabat.

"Ini suatu sistem 'membayar untuk bermain.' Orang-orang membayar untuk mendapat akses ke presiden," kata Richard Painter, mantan pimpinan etik Gedung Putih semasa pemerintahan George W Bush.

"Dan sekarang ia ke sana hampir setiap akhir pekan, dengan biaya besar yang ditanggung para wajib pajak, menghasilkan uang dengan menjual keanggotaan, dan jelas para anggotanya mendapat peluang untuk berbaur dengan staf Gedung Putih dan mungkin dengan presiden sendiri."

Siapa saja para anggota tersebut, kita tidak bisa tahu. Berbeda dengan Gedung Putih, Mar-a-Lago tak memiliki daftar resmi pengunjung.

Dalam pemilihan presiden yang dimenangkan Trump November lalu, warga Palm Beach County memilih Hillary Clinton, dan kegaduhan di sekitar Mar-a-Lago di setiap akhir pekan mungkin tidak akan membantu memenangkan hati warga setempat.

Gonzalez dan para pebisnis lainnya mencoba untuk menghubungi dinas rahasia pengawal presiden, Secret Service, namun mereka tidak mendapat tanggapan, katanya.

"Banyak pengusaha lokal yang menderita, mata pencaharian orang-orang pun dipertaruhkan. Butuh waktu 10 tahun untuk membangun bisnis ini dari awal. Saya tidak sanggup untuk membangun lagi segalanya dari nol."

Berita terkait