Serangan rudal AS 'menghancurkan 20% pesawat Suriah'

The US fired 59 cruise missiles at the Shayrat airbase Hak atas foto Getty Images
Image caption AS menembakkan 59 rudal jelajah di markas udara Shayrat.

Serangan udara AS yang merupakan balasan atasan dugaan serangan senjata kimia telah merusak atau menghancurkan sekitar 20% dari pesawat Suriah yang beroperasi, kata Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan James Mattis mengatakan Suriah "tidak disarankan untuk mencoba-coba lagi untuk menggunakan senjata kimia".

Suriah telah membantah serangan kimia terhadap kota Khan Sheikhoun yang dikuasai oleh pemberontak, dan menewaskan 89 orang.

Negara-negara G7 bertemu di Italia untuk membahas kebijakan menghadapi Suriah dan meyakinkan Rusia untuk meninggalkan persekutuan mereka dengan rezim Bashar al-Assad.

AS menembakkan 59 rudal jelajah ke arah pangkalan udara Shayrat di Suriah pada Kamis lalu, menyusul dugaan serangan kimia sehari sebelumnya.

Mattis mengatakan bahwa 'langkah terukur' oleh AS telah 'mengakibatkan kerusakan atau kehancuran pada lokasi amunisi dan bahan bakar, kemampuan pertahanan udara dan 20% dari pesawat operasional Suriah."

Dia menambahkan, "Pemerintah Suriah telah kehilangan kemampuan untuk mengisi ulang bahan bakar atau mempersenjatai ulang pesawat mereka di pangkalan udara Shayrat."

Hak atas foto EPA
Image caption Dugaan serangan kimia di Khan Sheikhoun pekan lalu menewaskan 89 orang dan menyebabkan puluhan terluka.

Militer Suriah mengakui adanya kerusakan yang signifikan namun juru bicara kementerian pertahanan Rusia mengatakan hanya enam Pesawat Udara Suriah MiG-23, dan beberapa bangunan, yang hancur dan hanya 23 rudal yang mencapai Shayrat.

Mattis mengatakan serangan itu menunjukkan bahwa AS "tidak akan berdiri dengan pasif sementara (Presiden Suriah Bashar al-Assad) membunuh orang-orang tak berdosa dengan senjata kimia".

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan bahwa opsi masih terbuka untuk serangan selanjutnya.

"Melihat orang digas dan diledakkan oleh bom curah, maka jika kami melihat sesuatu seperti ini lagi, terbuka kemungkinan aksi selanjutnya di masa depan," katanya.

Sementara itu, kantor berita Associated Press mengutip pejabat senior AS yang mengatakan bahwa Rusia mengetahui soal serangan kimia karena sebuah drone terbang di atas rumah sakit di Khan Sheikhoun, saat korban meminta pertolongan.

Beberapa jam kemudian, sebuah jet mengebom rumah sakit, dan AS meyakini bahwa serangan itu adalah upaya untuk menutup-nutupi serangan, kata kantor berita tersebut.

Apa yang dibahas di G7?

Pertemuan dua hari para menteri luar negeri di Lucca di Tuscany bertujuan untuk menghasilkan satu pendekatan yang sama dalam mengatasi konflik Suriah.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa pesan dari pertemuan ini cukup jelas - bahwa presiden Rusia Vladimir Putin harus meninggalkan dukungannya terhadap Assad.

"Dia meracuni reputasi Rusia dengan terus-menerus berhubungan dengan seseorang yang telah terang-terangan meracuni warganya sendiri," kata Johnson.

Hak atas foto Reuters
Image caption Menteri Luar Negeri G7 berpose di Lucca.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson akan menuju Moskow dari Lucca pada Selasa dan akan mengkonfrontasi Rusia dengan serangkaian tuntutan yang sudah disepakati.

Meski begitu, G7, yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Inggris bersama dengan Amerika Serikat - dan perwakilan Uni Eropa - masih menunggu kejelasan akan kebijakan Washington terhadap Suriah.

Topik terkait