Bom tewaskan puluhan warga Suriah yang hendak dievakuasi

suriah Hak atas foto EPA/THIQA NEWS AGENCY
Image caption Regu penyelamat berada di lokasi serangan bom bunuh diri terhadap warga sipil yang hendak dievakuasi di Rashidin, sebelah barat Aleppo.

Sedikitnya 75 orang meninggal dunia ketika sebuah bom mobil meledakkan iring-iringan bus yang membawa penduduk dari sejumlah kota yang dikuasai pemerintah Suriah, kata media pemerintah Suriah.

Bom itu memporak-porandakan bus-bus dan menyebabkan deretan mobil dilalap api. Sejumlah jenazah, termasuk jasad anak-anak, tampak bergelimpangan.

Ledakan dilaporkan terjadi di Rashidin, sebelah barat Kota Aleppo yang dikuasai pemerintah Suriah, sekitar pukul 15.30. Peristiwa dipicu seorang pelaku yang menyetir sebuah minibus pengangkut pasokan bantuan dan meledakkan diri dekat bus-bus, sebut laporan lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah.

"Sebuah van mendistribusikan kentang goreng. Anak-anak mulai berlari mengejarnya. Van itu kemudian meledak," kata seorang warga yang luput dari ledakan kepada @ZamanEnglish News.

Hak atas foto EPA/SANA
Image caption Seorang perempuan terluka akibat bom bunuh diri yang menimpa iring-iringan bus warga yag dievakuasi.

Ada setidaknya 45 kantong jenazah di lokasi ledakan. Adapun regu penyelamat yang beroperasi di wilayah pemberontak mengatakan sedikitnya 100 orang meninggal dunia. Banyak pula yang cedera.

Sebagian besar korban meninggal adalah warga yang dievakuasi, namun beberapa pemberontak yang mengawal bus-bus juga ikut tewas, sebut lembaga pembantau.

Hak atas foto EPA/ABDO HAJJ AHMAD
Image caption Para keluarga yang dievakuasi dari Foah dan Kefraya, dua kota yang dikuasai pemerintah Suriah.

Para korban merupakan warga yang dievakuasi dari kota-kota yang terperangkap dalam pertempuran antara kubu pemberontak dan pemerintah Suriah. Evakuasi tersebut berlangsung setelah Iran dan Qatar berupaya menengahi.

Adapun kota-kota yang warganya dievakuasi mencakup Foah dan Kefraya—dua kota yang dikuasai pemerintah Suriah di bagian barat laut—serta Madaya dan Zabadani, dua kota yang dikuasai pemberontak dekat Damaskus.

Dari keempat kota tersebut, sebanyak 20.000 orang diperkirakan akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Namun, dalam praktiknya, menurut laporan kantor berita AFP, sebanyak 5.000 orang yang dievakuasi dari kota yang dikuasai pemerintah serta 2.200 lainnya dari kota yang diduduki pemberontak terdampar selagi menunggu, pada Minggu (16/04).

Bulan lalu, PBB mengatakan situasi di kota-kota yang terperangkap dalam pertempuran sebagai 'luar biasa parah'. Lebih dari 64.000 warga sipil "terjebak dalam keseharian yang penuh kekerasan dan kekurangan", sebut PBB.

Topik terkait

Berita terkait