Polisi buru pelaku yang siarkan langsung pembunuhan yang dilakukannya

Steve Stephens, yang menyiarkan kejahatan yang dilakukannya, mengaku telah membunuh 13 orang dan masih akan terus membunuh. Hak atas foto Reuters
Image caption Steve Stephens, yang menyiarkan kejahatan yang dilakukannya, mengaku telah membunuh 13 orang dan masih akan terus membunuh.

Polisi Cleveland, AS, memburu seorang pria yang menyiarkan secara langsung di Facebook, penembakan yang dilakukannya secara 'acak' yang menewaskan sejumlah orang.

Tersangka, Steve Stephens, mengatakan dalam sebuah posting video terpisah bahwa ia telah membunuh 13 orang dan sedang berusaha untuk membunuh lebih banyak lagi.

Kepala polisi Cleveland Calvin Williams sejauh ini baru memastikan satu orang korban pembunuhan Stephens tapi mengatakan mereka tidak tahu siapa pun korban lainnya.

Williams mengatakan bahwa 'berbagai pasukan' sedang mencari Stephens, yang 'harus menyerahkan diri.'

"Tidak perlu lagi terjadi pertumpahan darah lebih lanjut dalam insiden malam ini," kata kepala polisi Calvin Williams dalam jumpa pers pada hari Minggu.

"Kita harus menghentikan ini semua hari ini," katanya, menambahkan: "Kami harus mengambil Steve dari jalanan."

Williams mengatakan bahwa pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan di negara bagian Ohio dan sekitarnya atas insiden 'di luar akal sehat' ini dan mendesak masyarakat untuk tidak mendekati tersangka, yang diyakini tetap bersenjata dan berbahaya.

Departemen kepolisian Cleveland mengeluarkan foto Stephens di situsnya, dan menggambarkannya sebagai seorang laki-laki kulit hitam dengan tinggi 1,9m.

Dia diduga mengendarai kendaraan SUV (sport utility vehicle) putih atau krem.

Hak atas foto Cleveland Police
Image caption Foto tersangka yang dirilis polisi.

Williams mengatakan bahwa korban tampaknya telah dipilih secara acak dalam apa yang digambarkan sebagai pembunuhan 'di luar akal waras.'

Dia menambahkan bahwa Stephens 'jelas memiliki masalah' dan mendesaknya agar datang untuk 'menerima pertolongan yang dia butuhkan.'

FBI sudah terlibat dan bekerja sama dengan polisi setempat untuk menyelidiki insiden itu, CNN melaporkan.

Walikota Cleveland, Frank Jackson, mengatakan bahwa ia ingin Stephens tahu bahwa 'dia akhirnya akan tertangkap.'

Ini bukan pertama kalinya penembakan disiarkan pembunuhnya di Facebook Live. Juni lalu, seorang pria ditembak mati saat melakukan live-streaming video dirinya di jalan-jalan Chicago. Pada bulan Maret, seorang pria tak dikenal ditembak 16 kali saat melakukan siaran langsung.

Fitur live streaming Facebook memungkinkan setiap orang untuk menyiarkan online secara real time. Layanan ini diluncurkan pada 2010 dan menjadi marak digunakan sebagai strategi jaringan sosial dalam beberapa bulan terakhir.

Topik terkait

Berita terkait